panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Maret 2010 | 09:51 wib
Dua Tokohnya Maju Pilkada, Ikatan Keluarga Wonogiri Terpecah
image

Wonogiri, CyberNews. Menjelang pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Wonogiri 2010, Ikatan Paguyuban Keluarga Wonogiri Seluruh Indonesia (IPKWSI) ditengarai mengalami perpecahan. Hal ini dipicu majunya dua tokoh IPKWSI menjadi bakal calon bupati (Cawabup).

Ketua IPKWSI Wonogiri, Drs H Sumaryoto, maju berpasangan dengan Sekda Wonogiri Ir H Suprapto MM. Pasangan Sumaryoto-Suprapto ini, mendaftar melalui DPC PDIP Wonogiri. Sumaryoto dikenal sebagai putra aseli dari Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri.

Pengusaha bus Gajahmungkur dan pemilik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kecamatan Ngadirojo ini, sekarang masih aktif menjabat sebagai anggota FPDIP di lembaga DPR-RI.

Di sisi lain, tokoh IPKWSI H Sutadi ST BE MSi, juga maju menjadi Cabup dalam Pilkada Wonogiri 2010. Meski Sutadi belum resmi mendaftarkan diri melalui partai, tekadnya untuk maju telah digalang sejak tahun 2007. Sutadi yang berasal dari Kecamatan Baturetno, kini sebagai pejabat teras di Provinsi Banten.

Gagasan Sutadi maju mencalonkan setelah era kepemimpinan Bupati Begug, dicetuskan sejak tahun 2007. Waktu itu, para tokoh IPKWSI berkumpul di Hotel Mulia Jakarta, termasuk ikut datang Ketua IPKWSI Sumaryoto. Waktu itu, para tokoh IPKWSI sepakat untuk mendorong maju Sutadi dalam Pilkada Wonogiri tahun 2010.

Sejak itu, sosialisasi nama Sutadi telah dirintis dengan mengadakan pagelaran wayang kulit akbar menampilkan dalang kondang Ki Anom Suroto di Baturetno.

"Ini yang namanya politik. Mas Maryoto dulu yang mendorong-dorong saya untuk maju mencalonkan, tapi sekarang dia malah ikut maju dalam Pilkada," ujar Sutadi.

Kemunculan Sumaryoto menjadi Cabup dalam Pilkada 2010 ini, juga menjadi perbincangan hangat oleh para tokoh IPKWSI. Ketua Paguyuban Keluarga Wonogiri asal Kecamatan Giriwoyo, Daryoto, terang-terangan menyatakan kecewa dengan kemunculan Sumaryoto menjadi Cabup.

Potensi pemilih kaum perantau (boro) dari Wonogiri cukup besar. Mencapai sekitar 300 ribu dari jumlah pemilih Kabupaten Wonogiri yang mencapai sekitar 900 ribu orang. Keberadaan pemilih kaum boro tidak dapat diabaikan dalam upaya pemenangan Pilkada.

( Bambang Purnomo / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 23:11 wib
Dibaca: 4
25 Mei 2012 | 22:59 wib
Dibaca: 61
25 Mei 2012 | 22:47 wib
Dibaca: 90
25 Mei 2012 | 22:22 wib
Dibaca: 108
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER