
Wonogiri, CyberNews. Menjelang pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Wonogiri 2010, Ikatan Paguyuban Keluarga Wonogiri Seluruh Indonesia (IPKWSI) ditengarai mengalami perpecahan. Hal ini dipicu majunya dua tokoh IPKWSI menjadi bakal calon bupati (Cawabup).
Ketua IPKWSI Wonogiri, Drs H Sumaryoto, maju berpasangan dengan Sekda Wonogiri Ir H Suprapto MM. Pasangan Sumaryoto-Suprapto ini, mendaftar melalui DPC PDIP Wonogiri. Sumaryoto dikenal sebagai putra aseli dari Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri.
Pengusaha bus Gajahmungkur dan pemilik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kecamatan Ngadirojo ini, sekarang masih aktif menjabat sebagai anggota FPDIP di lembaga DPR-RI.
Di sisi lain, tokoh IPKWSI H Sutadi ST BE MSi, juga maju menjadi Cabup dalam Pilkada Wonogiri 2010. Meski Sutadi belum resmi mendaftarkan diri melalui partai, tekadnya untuk maju telah digalang sejak tahun 2007. Sutadi yang berasal dari Kecamatan Baturetno, kini sebagai pejabat teras di Provinsi Banten.
Gagasan Sutadi maju mencalonkan setelah era kepemimpinan Bupati Begug, dicetuskan sejak tahun 2007. Waktu itu, para tokoh IPKWSI berkumpul di Hotel Mulia Jakarta, termasuk ikut datang Ketua IPKWSI Sumaryoto. Waktu itu, para tokoh IPKWSI sepakat untuk mendorong maju Sutadi dalam Pilkada Wonogiri tahun 2010.
Sejak itu, sosialisasi nama Sutadi telah dirintis dengan mengadakan pagelaran wayang kulit akbar menampilkan dalang kondang Ki Anom Suroto di Baturetno.
"Ini yang namanya politik. Mas Maryoto dulu yang mendorong-dorong saya untuk maju mencalonkan, tapi sekarang dia malah ikut maju dalam Pilkada," ujar Sutadi.
Kemunculan Sumaryoto menjadi Cabup dalam Pilkada 2010 ini, juga menjadi perbincangan hangat oleh para tokoh IPKWSI. Ketua Paguyuban Keluarga Wonogiri asal Kecamatan Giriwoyo, Daryoto, terang-terangan menyatakan kecewa dengan kemunculan Sumaryoto menjadi Cabup.
Potensi pemilih kaum perantau (boro) dari Wonogiri cukup besar. Mencapai sekitar 300 ribu dari jumlah pemilih Kabupaten Wonogiri yang mencapai sekitar 900 ribu orang. Keberadaan pemilih kaum boro tidak dapat diabaikan dalam upaya pemenangan Pilkada.
( Bambang Purnomo / CN16 )