
Semarang, CyberNews. Seorang pencuri ayam tewas mengenaskan di kompleks Fakultas Peternakan Undip Tembalang, Selasa (2/3) malam.
Korban adalah Kusnin alias Siswadi (41) warga Kampung Jurang Blimbing RT 06 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Tembalang. Dia tewas setelah dihajar sekelompok orang karena kepergok mencuri di tempat itu.
Siswadi sempat dibawa ke RS Bhayangkara Polri, namun nyawanya tak tertolong karena luka parah di bagian leher dan kepala. "Kami sekeluarga tidak ada yang tahu persis kejadiannya. Hanya saja Rabu dini hari Polisi datang memberi kabar mas Siswadi tewas dihajar massa," tutur Juminah (36) adik korban Kamis (4/3) siang tadi.
Menurut petugas, kakaknya itu, tewas dilingkungan Fakultas Peternakan Undip, setelah kedapatan membawa puluhan ekor ayam hasil curian. Ayam itu berada di kandang Fakultas Peternakan yang biasanya dipakai untuk penelitian mahasiswa. Massa yang memergokinya kemudian menghajar Siswadi hingga jatuh bersimbah darah.
Informasi di lapangan, penganiyaan tersebut berlangsung sadis. Tidak hanya sekedar dijatuhi bogem mentah, pencuri ayam tersebut tangan dan kakinya sempat diikat tali agar tidak bisa melarikan diri. Setelah itu dikeroyok beramai ramai.
Di lokasi kejadian juga ditemukan sandal, bercak darah dan sobekan pakaian. Kemungkinan besar barang-barang itu milik Siswadi yang tertinggal usai dianiaya beramai ramai.
Rahmat Radisan warga yang tinggal tak jauh dari lokasi penganiayaan mengaku tidak mendengar ribut-ribut ketika korban dihajar beramai-ramai. Keesokan paginya dia baru mendengar seorang pencuri tewas di kompleks kandang hewan Fakultas Peternakan Undip.
Belum Percaya
Sampai Kamis, kerabat korban termasuk Juminah masih tidak percaya kakaknya itu bisa mencuri puluhan ayam seorang diri. Namun dia hanya bisa pasrah tanpa bisa berbuat apapun. Keluarga kurang mampu itu juga sempat diminta membuat surat pernyataan oleh Polisi untuk tidak menuntut ke pihak manapun usai tewasnya Siswadi.
"Namun kami masih tetap ingin mencari keadilan. Bagaimana pun juga kalau kakak kami benar mencuri ayam kenapa harus dihajar beramai ramai hingga tewas," kata Jumiati (38) adik korban yang lain.
Sementara itu, pihak Polsek Tembalang membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun belum ada keterangan resmi soal siapa yang mengeroyok korban hingga tewas.
( Hari Santoso / CN13 )