
Yogyakarta, CyberNews. Sebanyak 10 puskesmas di DIY pada 2014 mendatang akan memiliki program deteksi kanker leher rahim dan payudara. Deteksi itu menggunakan inspekti visual asam asetat (IVAA). Program ini digulirkan karena kanker merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita masyarakat. Bahkan kanker leher rahim menjadi pembunuh utama bagi kaum wanita di DIY.
"Hingga 2014 mendatang diharapkan 10 puskesmas di DIY bisa melaksanakan deteksi dini kanker ini," papar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DIY dr Akhmad Akhadari sebagai pembicara dalam diskusi kanker, di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang DIY.
Menurut Akhmad, deteksi dini itu merupakan salah satu bagian dari upaya penanggulangan kanker selain melalui upaya primer seperti promosi dan edukasi tentang kanker serta upaya tersier melalui pengobatan. Pendeteksian dini itu tidak
hanya bisa dilakukan di Puskesmas atau rumah sakit. Namun juga bisa dilakukan secara mandiri melalui pemberdayaan masyarakat.
Kaum wanita bisa melakukan sadari atau periksa kondisi payudara sendiri. Keluarga juga bisa mengenali tanda-tanda kanker melalui kartu awas kanker yang diberikan cuma-cuma. Kemampuan mengenali faktor resiko dan tanda-tanda itu akan mencegah dan menyembuhkan kanker secara dini pula.
"Semua harus terlibat untuk sadar resiko kanker, karena di Indonesia dari 100 ribu orang 100 orang di antaranya terdeteksi kanker," tambahnya.
Sementara Wakil Ketua Yayasan Kanker DIY Anglingkusuma menyatakan, kaum wanita sering tidak menyadari mereka terkena penyakit jenis kanker payudara dan leher rahim. Mereka bahkan tidak segera melakukan pengobatan medis dan lebih memilih metode alternatif.
( Bambang Unjianto / CN16 )