
Tegal, Cybernews. Perayaan Cap Go Meh di Kota Tegal berlangsung meriah. Dalam ritual Sembahyang Pantai di pelabuhan ikan Kota Tegal, Sabtu (27/2), sekitar 300 nelayan setempat berebut air suci yang dipercaya mampu mendatangkan keberkahan. Para nelayan itu bahkan sudah memperebutkan air sejak ritual persembahyangan untuk menghormati dewa laut itu belum dimulai.
Ritual Sembahyang Pantai yang dipusatkan di kawasan pelabuhan itu merupakan kegiatan tahunan yang digelar etnis tionghoa di Kota Tegal, yang melibatkan masyarakat lokal, terutama nelayan.
Darko (43), seorang nelayan dari Tegalsari mengatakan, dirinya setiap tahun menunggu ritual ini untuk mendapatkan satu gelas kecil air suci. Darko percaya, air itu berkhasiat memberikan keselamatan selama dirinya melaut mencari ikan. "Biar tambah berkah," ujarnya.
Selain dibagikan kepada para nelayan, sebagian air suci disiramkan ke kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan.
Dalam ritual itu, disiapkan 16 tandu dewa, yang sebagian adalah kiriman dari kelenteng-kelenteng di wilayah Pantura seperti Cirebon, Pekalongan, Semarang dan Rembang. Setelah ritual di pelabuhan usai, malam nanti keenam belas tandu dewa itu akan di arak menuju Kelenteng Tek Hay Kiong di kota Tegal.
( Farodlilah , Elshinta / CN12 )