
Solo, CyberNews. Dua perpaduan budaya akan tersaji pada puncak resepsi perayaan Imlek 2561/2010 di Pendhapi Gede, Komplek Balai Kota, malam nanti. Alkulturasi budaya Tionghoa dan Jawa coba ditampilkan secara apik oleh barongsai berbatik dari Panitia Perayaan Imlek Bersama. Tidak tanggung-tanggung, kendaraan tunggangan para dewa ini pun akan menciptakan sebuah rekor baru yang dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia (MURI).
Akan ada dua barongsai berbatik dengan ditemani barongsai konvensional lainnya yang akan ditampilkan pada acara itu.
“Semoga berhasil dan mendapatkan pengesahan. Pasalnya, barongsai berbatik ini baru pertama kalinya ada di Indonesia,” kata penasehat Panitia Perayaan Imlek Bersama, Idayanti Santoso pada Suara Merdeka CyberNews, Sabtu (27/2).
Persiapan matang sudah dilakukan pantia sejak sepekan terakhir. Pada barongsai berbatik ini, budaya Jawa akan diwakilkan oleh batik dengan motif lar yang akan ditempatkan pada kepala barongsai yang beratnya sekitar 3 kg itu. Tidak hanya itu saja seluruh badan barongsai akan ditutupi oleh batik tulis. Selain itu budaya Jawa semakin kental dengan dipasangnya kuluk Begawan pada masing-masing kepala. Sedangkan kebudayaan Tionghoa direpresentasikan oleh barongsai itu sendiri.
“Yang cukup lama pembuatannya adalah batik pada bagian badan. Untuk motif batiknya kami menggandeng pihak Danar Hadi,” imbuhnya.
Pengerjaan kepala barongsai diserahkan kepada seorang pelukis, Warno Saleh (62). Dibantu oleh Indarto (54), keduanya membuat kepala barongsai dari kerangka bambu yang ditutup kain payet.
“Butuh ketelitian melukis batik di kepala ini. Karena memang medianya tidak terlalu besar,” kata Warno yang mengawali pekerjaan melukis motif-motif Tionghoa di kelenteng sejak tahun 1970 ini.
Setelah disahkan MURI, tambah Idayanti, barongsai batik itu rencananya akan diikutsertakan pada event yang diselanggarakan komuintas Tionghoa di Karasidenan Surakarta.
Gus Dur
Di sisi lain pada perayaan tersebut rencananya dua barongsai batik akan melakukan penghormatan terhadap (alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pihak panitia telah menyiapkan sebuah foto dengan ukuran 1 x 0,5 meter bergambar
mantan presiden RI itu.
“Barongsainya nanti akan bersujud di depan foto Gus Dur. Ini hanya sebagai simbol penghormatan saja karena munculnya kembali barongsai tidak terlepas dari jasa Beliau,” tandas Humas PMS, Sumartono Hadinoto.
( Gading Persada / CN12 )