
Jeddah, Cybernews. Laskar Pelangi, film Indonesia yang meraih banyak penghargaan di dalam negeri maupun di luar negeri, terbukti menarik minat masyarakat Arab setelah diputar di Festival Film Asia ke-3 di Jeddah, Arab Saudi yang digelar pada 17 Februari hingga 1 Maret 2010. Sejumlah pejabat, diplomat dan warga Arab Saudi yang menonton film karya Riri Reza itu tak beranjak dari kursi hingga film berakhir.
"Festival Film Asia ke-3 merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Asian Consuls’ General Club (ACGC) terdiri dari Indonesia, Jepang, Cina, Korea Selatan, Pilipina, Brunei Darussalam, Malaysia, India, Srilanka, Pakistan, Bangladesh, Singapura plus Arab Saudi sebagai tuan rumah," ujar Cahyono Rustam, Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya II, KJRI Jeddah saat pemutaran film Laskar Pelangi di Konsulat Jenderal Brunei Darussalam di Jeddah, Jumat (26/2) malam.
Menurut Cahyono, Laskar Pelangi diminati tak hanya karena jalan ceritanya yang bagus, tetapi juga karena sinematografinya memikat.
"Cerita mengenai perjuangan 10 anak Belitung untuk bersekolah itu sangat menarik. Terlebih film tersebut berlatar belakang di daerah Belitung yang indah sehingga secara tidak langsung mempromosikan kekayaan alam Indonesia," katanya.
Pemerintah Indonesia sangat serius memperkenalkan budaya tanah air ke wilayah jazirah arab. Sebelum pemutaran film juga dipertontonkan pertunjukan angklung yang dimainkan oleh 18 mahasiswa Indonesia yang mengikuti program S-2 di King Abdullah University for Science and Technology. Musik angklung yang berkolaborasi dengan gendang dan gitar berhasil menarik para penonton yang mayoritas warga Arab Saudi. Terlebih lagi saat tim angklung membawakan lagu “ya Mustafa ya Musthofa” yang dinyanyikan oleh Perdana Karim seorang mahasiswa alumni IPB jurusan kelautan.
( Farodlilah / CN12 )