
Mogadishu, CyberNews. Uang tebusan untuk pembebasan kapal tanker kimia berbendera Singapura, MV Pramoni, yang dibajak di Teluk Aden pada 1 Januari lalu, telah dikirim pada Jumat (26/2). Hal itu diungkapkan pejabat maritim Somalia.
Andrew Mwangura dari lembaga Program Bantuan Pelayaran Afrika Timur yang bermarkas di Kenya mengatakan uang tebusan telah dikirim ke kapal tersebut, namun kapal itu sampai sekarang belum juga dibebaskan. Angkatan Laut Uni Eropa yang berada di kawasan itu juga telah mengkonfirmasi pengiriman uang tebusan tersebut.
Para perompak Somalia kepada Reuters mengatakan mereka merencanakan akan segera membebaskan kapal berbendera Singapura tersebut. Kapal tersebut mengangkut 24 ABK, terdiri atas 17 warga negara Indonesia, 5 warga China, seorang Nigeria dan seorang lagi warga Vietnam.
Dua pekan silam, perompak Somalia juga telah membebaskan sebuah kapal penangkap ikan Taiwan yang dibajak hampir 10 bulan setelah menerima uang tebusan, menurut badan pengawasan maritim. FV Win Far 161 itu dibajak April tahun lalu di dekat Seychelles.
Pengawas maritim itu mengatakan "uang tebusan yang relatif kecil" telah dibayarkan pada perompak.
Jumlah serangan perompakan di seluruh dunia meningkat hampir 40 persen tahun lalu. Kelompok pria bersenjata dari negara Tanduk Afrika itu bertanggungjawab atas separuh lebih dari 406 insiden perompakan yang dilaporkan, menurut Biro Maritim Internasional.
Secara umum biasanya, para perompak Somalia yang dilengkapi senjata berat itu menahan kapal-kapal tersebut dan menyandera awaknya hingga uang tebusan dibayarkan.
( Reuters / CN13 )