
Semarang, Cybernews. Tiga sektor unggulan di Jateng berhasil diidentifikasi melalui Baseline Economic Survey (BLS) diharapkan mampu dimanfaatkan untuk akselerasi pengembangan ekonomi daerah yang berdayasaing menghadapi Asean China Free Trae Area (ACFTA).
Ketiga sektor itu adalah tanaman pangan (padi, sawah, jagung, bawang merah, ketela pohon, cabai merah), industri (tekstil/pakaian jadi/konveksi, mebel dan batik) serta perdagangan (tekstil/pakaian jadi/konveksi dan mebel).
Menurut Analis Madya Senior Kantor Bank Indonesia (KBI) Semarang Herdiana AW, penelitian ini dilakukan bekerjasama dengan KBI Solo, Semarang, Purwokerto, serta CEMSED UKSW.
"Dengan pendekatan ini pemda bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing menghadapi ACFTA," jelasnya disela diskusi pengembangan komoditas unggulan Jateng melalui klaster di Ruang Lokapala lantai 8 KBI Semarang, Kamis (25/2) siang.
Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Anung Sugihantono mengungkapkan, pendekatan melalui sistem klaster menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing produk lokal menghadapi ACFTA.
Saat ini, sentra-sentra industri yang tergabung dalam klaster sudah mampu mengupayakan orientasi produknya di tingkat internasional.