
Jepara, CyberNews. Kesepakatan perdagangan bebas negara-negara ASEAN dengan China (ACFTA) sejak awal 2010 kerap menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan pelaku usaha. Pesimisme bersaing dengan China masih sering mengemuka.
Maklum China disebut sebagai negara dengan penetrasi pasar paling agresif dan kompetitif. Namun forum pebisnis yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng di Pendapa Kabupaten Jepara, Rabu (24/2) mengembuskan optimisme. ACFTA adalah kenyataan yang harus ditatap dengan optimistis.
Roadshow Kadin se-Korwil Pati yang mengangkat tema, ''Peningkatan Jaringan Kemitraan Pemerintah Daerah, Kadin, Asosiasi/Himpunan dan Dunia Usaha,'' dihadiri pengurus Kadin Jawa Tengah, Kadin dan instansi Pemkab se-Pati, BUMN, asosiasi, pengusaha, lembaga pendidikan dan organisasi yang bergerak dalam penguatan perekonomian masyarakat.
Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Solichedi mengatakan Jepara dijadikan lokasi roadshow di eks Karedisedanan Pati dan pertama di Jawa Tengah, karena dinilai memiliki relasi yang baik antara pebisnis dengan pemerintah. "Bupati dan Pemda Jepara memberikan dukungan sangat besar kepada dunia usaha," ujar Solichedi.
Pengurus Kadin Jateng yang ikut ke Jepara, Kukrit Suryo Wicaksono (WK Bidang Hubungan Luar Negeri)--yang juga Pemimpin Umum Harian Suara Merdeka--, H Satya Joewana (WK Bid Organisasi)--sekaligus Ketua Panitia Roadshow--, Djoko Oryxahadi (Gapensi), Djoko Wahyudi (Apindo), Darajat Harahap (WK Bid Hukum dan Advokasi), Didik Sukmono (WK Bid Investasi).
Kadin Jateng, kata Solichedi, akan membantu 35 kabupaten/kota di Jateng dalam mempromosikan segala potensi yang dimiliki. Selanjutnya, data potensi tersebut akan disebarkan kepada investor baik di dalam maupun luar negeri.
Secara khusus, program tersebut ditangani Central Java Invesment (CJI) yang mempunyai link dengan International Finance Corporation (IFC). Pada kesempatan itu, Ketua Umum Kadin Jateng dan Bupati Jepara H Hendro Martojo meneken kerjasama promosi potensi daerah. Jepara masuk dalam website CJI yang dikomandani Agi Panjaitan. Pemkab Jepara membayar Rp 12 juta pertahun.
Bupati Jepara dalam sambutannya mengatakan, perdagangan bebas China-Asean harus disikapi dengan lebih baik untuk dapat memenangkan persaingan. Walau sekarang ini arus impor dari China jauh lebih besar dibanding ekspor, namun masih ada celah bagi pengusaha mebel Jepara untuk menembusnya.
Pertemuan juga diisi penjelasan tentang layanan anggota Kadin oleh Direktur Eksekutir Kadin Jateng Yunita Dwi Prasetyanti, Dien Sosia (Kanwil BRI Jateng) tentang KU, M Saman Oesman (Kepala Cabang PT Askrindo Semarang) tenang penjaminan usaha, Endang Setyani (Dinas Perindag Provinsi) tentang Kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng dalam menghadapi ACTA, serta Adi Sucipto Musa (Kadin Jepara) yang mengupas kemitraan strategis Kadin Daerah dan Pemerintah Daerah.
Seusai pertemuan, peserta megunjungan sentra kerajinan ukir patung Mulyoharjo, Jepara , dan sentra kerajinal Model Kriyan, Kalinyamatan.
( Sukardi , Muhammadun Sanomae / CN13 )