
Jakarta, CyberNews. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan Bank Indonesia tidak bisa serta merta menginstruksikan suku bunga kredit segera turun.
"Iya kita sepakat (suku bunga turun), tapi kita ngga bisa katakan bunga harus turun dengan segera," katanya ditemui usai rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (24/2).
Darmin menambahkan, Bank Indonesia dan Kementerian BUMN sepakat melakukan upaya bersama untuk menggiring suku bunga turun.
Setelah sebelumnya, 14 bank sepakat menandatangani perjanjian penurunan suku bunga deposito. Bank-bank tersebut terdiri atas empat bank BUMN dan 10 bank swasta. Menurut Darmin, langkah yang bisa ditempuh perbankan adalah membenahi segi struktur biaya perbankan.
"Spreadnya kita lihat data secara detail mana saja yang sebenarnya bisa ditekan turun atau ada aturan BI yang harus kita ubah sehingga biayanya bisa turun atau kadang-kadang ini hanya masalah praktek saja," jelas dia.
Dia mencontohkan, jika empat bank BUMN yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN melakukan penurunan suku bunga maka struktur biaya perbankan bisa ditekan. Namun, Darmin tidak mengatakan secara konkrit berapa target penurunan suku bunga yang diharapkan BI.
Bank Indonesia juga membuka dialog bersama Kementerian Perindustrian terkait upaya penurunan suku bunga. Menurutnya, komunikasi tersebut untuk menghindari salah paham antar lembaga. "Kita membuka komunikasi dan mendengarkan apa keluhan mereka dan apa yang mereka harapkan dari perbankan. Untuk hal-hal yang kita bisa lakukan ya pasti dukunglah. Tapi kan ga bisa semuanya," cetusnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Muhammad Solaeman Hidayat menyatakan saat ini suku bunga masih tinggi yakni di kisaran 13%. Padahal, di negara kawasan Asia lain suku bunga hanya satu digit.
( Kartika Runiasari / CN13 )