
Jakarta, Cybernews. Motivator Mario Teguh tersandung masalah bias gender. Pernyataan Mario yang diunggah dalam akun twitter MTSuperClub (MTSC) miliknya mengenai perempuan perokok, dugem, suka mabuk, begadang, dan sebagainya tidak layak untuk dinikahi, menuai kritik.
"Tidak menjadi masalah kalau hal itu menjadi keyakinan pribadinya, tetapi menjadi berbeda ketika dia menyampaikannya di ruang publik," ujar peneliti Studi Gender LIPI Jaleswari Pramodhawardani, Minggu (21/2).
Menurut Jaleswari, pernyataan Mario itu kotraproduktif dengan motivasi yang telah ia sebarkan selama ini. Apalagi, tidak ada korelasi antara perempuan perokok dan suka dugem dengan layak atau tidak layak dinikahi.
"Larangan itu masalah kesehatan, bukan soal gender," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro.
Menurutnya, kebiasaan merokok, clubbing, dan mabuk, berdampak buruk pada kesehatan perempuan dan laki-laki. Kebiasaan tersebut masuk ke wilayah privat yang menjadi pilihan masing-masing.
Pendapat yang sama diungkapkan Wakil Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Ninik Rahayu. Ia menilai tidak semua perempuan merokok karena gaya hidup.
Setelah menerima banyak tanggapan, baik yang mendukung ataupun menghujat, Mario pun akhirnya menutup layanan MTGW-nya di Twitter. Lewat Facebook-nya, kemarin Mario memberi penjelasan seputar penarikan pelayanan Mario Teguh Golden Ways (MTGW) dari Twitter, sekaligus meminta maaf kepada publik, khususnya kaum perempuan.
Pelayanan MTGW itu sebetulnya baru dibuat 1 Februari lalu, tetapi sudah memperoleh 23 ribu follower.
( MIOL / CN12 )