
Samarinda, CyberNews. Sebanyak 120 murid SD Negeri 16 Sungai Kayangan, Samarinda, Kalimantan Timur, mulai hari ini terpaksa belajar di Mushola dan halaman Mushola. Mereka bersama guru tidak dapat masuk ke dalam kelas karena empat lokal yang baru selesai dibangun karena disegel pekerja proyek.
Menurut keterangan buruh bangunan yang mengerjakan bangunan lokal SD tersebut beberapa kali menagih kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut tetapi belum juga dibayar. Puncak kekesalan pekerja proyek dilakukan Selasa 916/2), dengan menyegel empat lokal.
Lokal yang seharusnya digunakan untuk belajar tersebut, seluruh pintu dipalang dengan kayu dan dipaku, sehingga menyebabkan pintu ruangan tidak dapat dibuka. Para pekerja juga melarang siswa dan guru menggunakan lokal tersebut sebelum mereka dibayar.
Wakil walikota Samarinda, Sehari Ja'a, mengatakan pihak proyek belum dapat membayar karena dana untuk pekerjaan proyek tersebut baru dapat dicairkan bulan April mendatang. Sesungguhnya, pihak pelaksana proyek cukup memahami hal itu dan sempat menjanjikan agar sekolah tersebut dapat digunakan kembali untuk proses belajar mengajar, terlebih saat ini sudah mendekati masa ujian akhir siswa kelas enam. Dia mengingatkan agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.
Pihak pemkot setempat juga merencanakan memanggil pihak kontraktor untuk diminta pertanggungan jawabnya.
( Zainal Abidin / CN14 )