
Malang, CyberNews. Panpel Persema Malang melarang keras kehadiran suporter Persebaya Surabaya atau bonek untuk memberikan dukungan langsung timnya saat bertanding melawan "Laskar Ken Arok" di Stadion Gajayana, Rabu (17/2) sore.
Ketua Panpel Persema Husni Ali, Rabu (17/2), menegaskan, pihaknya tidak memberikan kuota sama sekali bagi bonekmania, karena saat ini suporter fanatik Persebaya itu tengah menjalani sanksi yang dijatuhkan komisi disiplin (komdis) PSSI.
"Bonekmania dilarang mendampingi timnya ketika bermain luar kandang (away) selama empat tahun yang bakal berakhir Februari 2014. Kami tentu juga tidak akan melanggar aturan yang ditetapkan oleh PSSI," ucap mantan Kadispenda Kota Malang.
Larangan Bonekmania datang ke Malang tersebut tertuang dalam surat bernomor 063/PANPEL-ISL/PERSEMA/II/2010. Surat tersebut juga sudah dikirimkan ke komunitas bonek serta disampaikan dalam pertemuan dengan perangkat pertandingan.
Menurut Husni, pihaknya tidak akan melakukan "sweeping", namun tetap memantau dan waspada dengan menjaga setiap pintu masuk ke wilayah Kota Malang di antaranya di Terminal Arjosari dan beberapa stasiun KA seperti Stasiun Kotabaru, Lawang, Singosari, Kotalama dan Kepanjen. Sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, katanya, panpel menurunkan aparat keamanan sebanyak 700 orang personel gabungan.
Ia mengakui, pengamanan ekstra ketat dengan menurunkan personel menjadi dua kali lipat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya itu, disebabkan tingginya tensi pertandingan "derby" Jatim.
Kapolresta Malang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Daniel T.M Silitonga mengakui, sejak kemarin (Selasa, 16/2) pihaknya sudah menempatkan personelnya di lima titik untuk memantau bonek yang menyusup. Lima titik yang menjadi perhatian aparat keamanan itu adalah di Stasiun Kotabaru, Terminal Arjosari, hotel tempat pemain Persebaya menginap, Stadion Gajayana, dan Mal Olympic Garden (MOG).
( Ant / CN16 )