
Batang, CyberNews. Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Batang tergolong masih tinggi. Hingga Agustus 2009, dari 100.000 kelahiran hidup, ada 140 ibu meninggal dunia. Sementara, dari 1.000 kelahiran hidup, sebanyak 134 bayi meninggal dunia.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Budi Utomo Rahardjo, pada acara serah terima kepengurusan IIDI cabang Batang masa bhakti 2006-2009 kepada kepengurusan IIDI cabang Batang masa bhakti 2009-2012 dan peringatan HUT ke 55 tahun 2010 yang digelar di gedung pramukan kwarcab Batang, Selasa (16/2).
"Rata-rata kematian ibu dan bayi terjadi di rumah sakit, namun bukan berarti kesalahan pihak rumah sakit. Namun salah satunya lebih pada faktor pendarahan yang terjadi pada ibu hamil itu sendiri. Hal ini menjadi keprihatinan kita semua," ujar dr Budi Utomo Rahardjo.
Disamping itu, tingginya kematian ibu di Kabupaten Batang juga dipengaruhi minimnya dokter spesialis kandungan yang ada di RSUD Batang. Sebelumnya RSUD Batang, memiliki dua orang dokter spesialis kandungan. Namun seorang dokter spesialis kandungan telah purna tugas (pensiun) sejak 1 Desember lalu.
( Kuswandi / CN14 )