
Jombang, CyberNews. Hingga saat ini masih banyak yang datang berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Tebuireng Jombang. Karena itu, ke depan makam Gus Dur bakal dijadikan tujuan wisata religi di Jawa Timur. Untuk kepentingan itu, makam harus direnovasi dan dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai.
Demi kepentingan menjadikan makam Gus Dur sebagai tujuan wisata religi di Jatim selain makam para walisanga, sedikitnya dibutuhkan anggaran lebih Rp 100 miliar. Dalam jangka pendek untuk melengkapi infrastruktur terkait wisata religi ke makam Gus Dur dibutuhkan anggaran Rp 10 miliar.
Untuk tahap awal (jangka pendek), Pemkab Jombang melakukan penataan dengan menganggarkan dana sekitar Rp 10 miliar. Anggaran itu dipergunakan untuk pembebasan lahan parkir seluas 4 hektar. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Pemkab Jombang, DPRD Jatim, DPRD Jombang, dan pengasuh Pondok Tebuireng di rumah KH Solahuddin Wahid alias Gus Solah, Selasa (16/2).
Sekarang di kalangan muslim santri di Jatim, jumlah makam yang mesti diziarahi dari kegiatan walisanga bertambah satu, yakni makam Gus Dur. Sebelumnya, ada 5 makam walisanga di Jatim, yakni Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, dan Sunan Bonang di Tuban.
Kepala Bappeda Pemkab Jombang, Agus Riadi mengatakan, ada 3 tahap dalam pembangunan makam Gus Dur, yakni jangka pendek dengan nilai anggaran Rp 10 miliar untuk pembebasan lahan guna lahan parkir peziarah, jangka menengah dengan nilai anggaran Rp 103 miliar untuk perbaikan dan pelebaran jalan menuju Pondok Tebuireng dan direncanakan pembangunannya rampung tahun 2011. Ketiga, jangka panjang dengan nilai anggaran Rp 32 miliar dan diharapkan selesai pembangunannya tahun 2012.
Bupati Jombang Suyanto mengatakan, tak mungkin kebutuhan anggaran lebih Rp 100 miliar itu hanya ditanggung Pemkab Jombang. Dalam konteks ini perlu pelibatan Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat dalam membantu kebutuhan anggaran renovasi kompleks makam Gus Dur berikut pengadaan infrastruktur pendukungnya.
( Ainur Rohim / CN16 )