
Rembang, CyberNews. Pemkab Rembang tahun ini fokus pengembangan dan penguatan UMKM produk Batik dan Bordir khas Kabupaten Rembang. Seperti diketahui, Kabupaten Rembang memiliki produk batik Lasem yang telah tersohor itu. Sementara sentra bordir, tersebar di wilayah Kecamatan Sedan. “Untuk batik kita sudah ada showroom di Lasem. Sementara untuk Bordir, meski sentranya berada di Sedan, showroom kita tempatkan di lokasi strategis di Jalur Pantura Pandangan, Kecamatan Kragan,” ujar Drs H Waluyo MM, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM ).
Disebutkan, pengembangan produk dua sektor UMKM tersebut akan difokuskan pada desain, serta pemasarannya. Khusus untuk batik, teknik pewarnaan alami saat ini juga terus disarankan. “Untuk batik perkembangannya saat ini luar biasa. Tinggal bordir yang masih butuh banyak sentuhan. Pengembangan ini sekaligus untuk mempersiapkan pelaku usaha kecil agar siap menghadapi perdagangan bebas dan ACFTA,” ujarnya.
Data Disperindakop dan UMKM menyebutkan, total produksi Batik Lasem tercatat sebanyak 38.938 potong/tahun. Jumlah perajin yang tetap bertahan saat ini sekitar 30 perajin, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.600-an orang pekerja.
Sementara itu, total produksi kain bordir Sedan saat ini memang terhitung masih kecil, hanya 84-150 stel/tahun. Jumlah perajin sendiri saat ini sekitar 92 unit perajin, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 863 orang.
( Saiful Annas / CN14 )