panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 Februari 2010 | 23:21 wib
Dubes AS Diskusikan Peraturan Perfilman Indonesia

Jakarta, CyberNews. Beberapa waktu yang lalu Duta Besar Amerika Serikat, Demetrios Marantis mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat Indonesia untuk mendiskusikan sejumlah isu terbaru dan menjajaki upaya memperbaiki hubungan bilateral dalam bidang perdagangan dan investasi.

Sektor perfilman adalah salah satu topik yang didiskusikan Duta Besar Marantis dalam pertemuan tersebut. Dia menyampaikan rasa prihatin AS terhadap satu peraturan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia yang dinilai merupakan upaya membatasi impor film AS ke Indonesia

"Jika diimplementasikan, keputusan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan mengganggu perdagangan bilateral dalam bidang perfilman pada saat kita tengah bekerja keras untuk meningkatkan hubungan bilateral," katanya.

"Keputusan ini akan sangat membatasi ketersediaan film-film asing di Indonesia, merugikan para pemangku kepentingan termasuk bioskop Indonesia yang ingin menampilkan film-film asing dan pengunjung Indonesia yang ingin menonton film-film tersebut. Satu-satunya pihak yang diuntungkan adalah satu atau dua perusahaan replikasi yang diberikan semacam oligopoli atas replikasi film di Indonesia," lanjutnya.

Daripada memberlakukan pembatasan perdagangan baru, Marantis mendesak kedua pemerintah untuk mencari cara-cara untuk melanjutkan kerjasama bisnis yang positif di bidang perfilman.

Jurubicara USTR Carol Guthrie menambahkan bahwa satu artikel yang terbit di sebuah koran harian ibu kota pada 10 Februari 2010 tidak mencerminkan secara akurat pembahasan mengenai hal tersebut di Jakarta baru-baru ini. "Duta Besar Marantis tidak mendukung surat keputusan dalam pertemuannya dengan para pejabat Indonesia," dia menegaskan.

"Justru sebaliknya, kami meminta Indonesia untuk mencabut surat keputusan tersebut. Tidak adil bagi Pemerintah Indonesia memaksa perusahaan asing mereplikasi film di satu atau dua fasilitas milik pemerintah Indonesia. Jika perusahaan ingin mereplikasi di tempat lain dan kemudian mengekspornya ke Indonesia, mereka harus fleksibel untuk melakukannya."

( Wisanggeni / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
25 Mei 2012 | 19:25 wib
Dibaca: 33
25 Mei 2012 | 19:15 wib
Dibaca: 143
25 Mei 2012 | 19:05 wib
Dibaca: 164
25 Mei 2012 | 18:55 wib
Dibaca: 164
25 Mei 2012 | 18:45 wib
Dibaca: 206
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER