Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
 



10 Februari 2010 | 16:11 wib | Daerah

Dikeroyok Bonek, Fotografer Antara Diperiksa


Solo, CyberNews. Poltabes Surakarta mulai memproses laporan kasus penganiayaan yang dilakukan bonek terhadap Hasan Sakri Ghozali, fotografer Kantor Berita Antara, Rabu (10/2). Hasan memenuhi panggilan Poltabes untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban.

Hasan diperiksa oleh penyidik Poltabes hampir satu jam, di ruang Korwas PPNS di lantai dua gedung Reskrim. Dalam pemeriksaan itu, Hasan didampingi Koordinator Forum Wartawan Surakarta (FWS) Ahmad Rafiq. Ditemui usai diperiksa, Hasan menjelaskan, penyidik mengajukan lebih dari 10 pertanyaan terhadapnya.

"Pertanyaannya seputar kronologis peristiwa, ciri-ciri pelaku dan seputar kejadian tersebut," katanya.

Hasan mengatakan, bonek yang mengeroyoknya sekitar 10 orang. Sebelum dipukuli, salah satu bonek merebut helm yang melindungi kepalanya dari belakang. Setelah itu, mereka memukuli fotografer itu.  Ada dugaan, bonek akan merebut kamera yang dipegang Hasan.

"Waktu dipukuli, saya refleks melindungi kamera. Saya tidak bisa menangkis, karena tangan saya melindungi kamera," jelasnya.

Koordinator FWS Ahmad Rafiq mengatakan, meski penanganan kasus ini sudah agak terlambat, karena laporan sudah dilakukan 23 Januari lalu namun baru sekarang saksi korban dimintai keterangan, pihaknya tetap meminta agar polisi mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap Hasan.

Kasat Reskrim Kompol Susilo Utomo, mewakili Kapoltabes Kombes Pol Joko Irwanto mengatakan, pihaknya akan tetap memproses laporan atas kasus pengeroyokan Hasan.

"Meski pelaku sulit ditemukan, tapi kami akan tetap memproses kasus ini," tegasnya.

Hasan jadi korban pengeroyokan bonek, saat meliput kedatangan pendukung Persebaya itu di Stasiun Purwosari, Jumat (22/1) lalu. Saat itu, bonek dalam perjalanan menuju Bandung dengan kereta api, untuk mendukung klub sepakbola kesayangan mereka berlaga melawan Persib.

Hasan dikeroyok, saat menghindari bonek yang menyebar di stasiun dan melakukan aksi lempar batu ke arah perumahan warga. Dia terjebak di kerumunan bonek dan dipukuli, hingga kepalanya bocor dan wajahnya lebam. Hasan sempat dirawat di RS Panti Waluyo akibat luka-luka yang dideritanya. Selang sehari setelah peristiwa, dia melaporkan peristiwa yang menimpanya ke polisi untuk pengusutan lebih lanjut.

 

( Irfan Salafudin /CN16 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share



+ Indeks Berita  

          Berita Terbaru

01 Agustus 2010 | 00:04 wib | Daerah

Konser Sheila On 7 Ricuh, Lima Orang Luka-luka

Pekalongan, CyberNews. Konser musik band Sheila On 7 dalam rangka undian nasabah Bank BRI se-Jawa Tengah di lapangan Mataram, Pekalongan, malam ini ricuh.…

31 Juli 2010 | 23:43 wib | Internasional

Gempa 5,8 SR Kembali Guncang Iran

Teheran, CyberNews. Setelah Jumat (30/7) kemarin Iran bagian Timur Laut diguncang gempa dengan kekuatan 5,7 SR dan melukai sedikitnya 274 orang. Hari…

31 Juli 2010 | 23:26 wib | Pilkada

Penghitungan Manual KPU Malam Ini JiWa Memperoleh 92.615 image

Ungaran, CyberNews. Perhitungan suara yang dilakukan KPU Kabupaten Semarang secara manual pada malam ini pukul 22.48 tercatat JiWa kembali unggul setelah…

31 Juli 2010 | 22:56 wib | Nasional

Wacana Pemindahan Ibukota
Solusi Atasi Kesenjangan Wilayah image

Jakarta, CyberNews. Adanya wacana memindahkan ibukota negara ke kalimantan memunculkan berbagai tanggapan. Salah satunya berasal dari Direktur Eksekutif…

31 Juli 2010 | 22:34 wib | Nasional

Jusuf Kalla:
Ledakan Tabung Elpiji Ulah Pengusaha Hitam image

Jakarta, CyberNews. Ledakan tabung gas elpiji 3 kg yang terjadi akhir-akhir ini, diduga dilakukan oleh pengusaha hitam dengan cara mengambil gas dari…


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.