
Kajen, CyberNews. Sebanyak 50 desa di Kabupaten Pekalongan digolongkan sebagai rawan air minum. Kebutuhan air minum diharapkan bisa terpenuhi dalam empat tahun. Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Wahyudi Pontjo Nugroho saat membuka sosialisasi pelaksanaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 2010, Selasa (9/2).
Penduduk Indonesia yang menikmati air minum dan sanitasi kata dia, masih rendah. Menurt Laporan WHO dan UNICEF, tahun 2004 sistem air bersih yang terbangun baru melayani 40% penduduk perkotaan dan 8% penduduk pedesaan. "Sementara dua dari empat penyakit penyebab kematian yaitu diare dan typus akibat sanitasi buruk," jelasnya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Hj Siti Qomariyah.
Menyadari hal itu pemerintah pusat mengadakan program Pamsimas dengan target melayani air minum 80% penduduk perkotaan dan 60% di pedesaan sesuai target pembangunan global ,'Millenium Development Goals' (MDGs). Di Kabupaten Pekalongan sudah dimulai sejak 2008 dan akan berakhir 2011.
( Muhammad Burhan / CN14 )