
Semarang, CyberNews. Pameran tanaman hias dan hewan peliharaan bertajuk Pameran Flora Fauna dan Meubel yang diselenggarakan oleh D&J dan Kurnia Aquarium setiap harinya selalu disambangi pengunjung. Banyaknya varian tanaman yang dipamerkan mampu menarik minat calon konsumen. Berbagai transaksi baik dalam jumlah besar maupun kecil tercatat.
Salah satu yang laris manis adalah jenis bambu rejeki. Menjelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada 14 Februari. tanaman yang konon membawa hoki (keberuntungan) bagi pemiliknya, banyak dicari konsumen, terutama mereka yang merayakannya.
Hal itu diakui oleh Sulistyowati salah satu peserta pameran. Menurutnya, tanaman hias itu bila disandingkan atau ditempatkan di meja atau pojok ruangan tampak indah dan menawan. Tanaman tersebut bisa di tanam di pot. Bila di tanah, tingginya bisa mencapai 1 meter lebih.
"Masyarakat menyukai tanaman tak berkayu karena bisa dibentuk dengan berbagai pola antara lain, kepang keranjang, menara, piramida, nanas maupun naga," katanya, Selasa (9/2) di sela-sela pameran yang digelar di Sri Ratu Jalan Pemuda.
Dikatakan, perawatan tanaman bambu rejeki membutuhkan ketelatenan dan keuletan. Namun, jangan terlalu banyak air karena tanaman ini mudah busuk. Harga tanaman yang memiliki nama latin Dracena sp relatif terjangkau.
Ukuran tinggi 20 cm Rp 25 ribu, 50 cm - 70 cm ditawarkan Rp 40 ribu - Rp 70 ribu. Harganya tentu lebih mahal lagi bila dilengkapi pernak-pernik imlek. "Menjelang Imlek, permintaan akan tanaman indoor ini meningkat cukup signifikan. Saya bahkan sampai kewalahan," kata dia yang mengaku menerima pesanan lebih dari 100 pohon.
Deddy selaku penyelenggara pameran mengakui sekarang ini kondisi memang agak lesu. Namun, demikian, setiap harinya selalu terjadi transaksi. Pengunjung mulai tampak ramai pada sore hingga malam hari. Akhir pekan kemarin, lanjut dia, pengujung maupun transaksi juga cukup bagus, sejumlah peserta mampu menghasilkan omzet yang bervariasi mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
( Rosyid Ridho / CN13 )