
Rembang, Cybernews. Nelayan rajungan di pesisir pantai Kecamatan Rembang Kota mulai mengantisipasi datangnya ombak Imlek. Nelayan mengatakan berdasarkan pengalaman, ombak di Laut Jawa pada setiap Hari Raya China itu selalu bergejolak disertai hujan lebat. Sehingga nelayan tidak bisa melaut.
Salim (38) nelayan rajungan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang Kota mengatakan pada saat ombak besar Imlek yang berlangsung dua hingga tiga hari itu terkadang justru mendatangkan rejeki tersendiri bagi nelayan. Pasalnya, saat ombak besar rajungan atapun kepiting banyak yang terseret arus ke pinggir laut.
"Karenanya beberapa hari sebelum kedatangan ombak Imlek, kami sudah memasang bubu (perangkap rajungan atau kepiting, red) di sekitar pantai," terangnya.
Dia menambahkan beberapa hari jelang Imlek ini, dia memilih untuk memperbaiki semua bubu yang dimilikinya. Dia mengaku memiliki total tak kurang 150 bubu.
"25-an diantaranya rusak dan butuh perbaikan. Sedangkan 75-an bubu sudah saya pasang di laut. Sebelum Imlek nanti, semua bubu yang saya harap bisa terpasang semuanya di laut," jelas dia.
Sunardi (42) nelayan rajungan lainnya mengatakan beberapa hari jelang Imlek ini hasil tangkapan rajungan cukup bagus. Dia sendiri mengaku mendapatkan rajungan 2 kilo hingga 5 kilo dalam beberapa hari melaut.
"Sedangkan harga rajungan kecil saat ini Rp 21.000 per kilo. Harga rajungan besar Rp 27.000 per kilo," kata dia.
Dia berharap pada Imlek nanti bisa mendapatkan hasil tangkapan rajungan yang lebih banyak lagi dibandingkan beberapa hari belakangan.
( Mulyanto Ari Wibowo / CN16 )