
Jakarta, CyberNews. Pemerintah menyatakan aset dasar penerbitan (underlying assets) obligasi berjenis syariah tersisa Rp 17 triliun dari jumlah underlying assets sebesar Rp 25 triliun di tahun 2010.
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan pemerintah akan mengajukan tambahan underlying assets tahun 2010 kepada DPR. Namun, Rahmat tidak menyebutkan secara rinci berapa tambahan yang akan diajukan. "Tahun ini, underlying assets sekitar Rp 25 triliun sekarang tinggal sekitar Rp 17 triliun. Tapi kami terus minta supaya ditambah," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (8/2).
Target pembiayaan tahun 2010 sebesar Rp 104 triliun (netto) dan target bruto sebesar Rp 175 triliun. Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah akan menggunakan instrument penerbitan obligasi konvensional (Surat Berharga Negara) maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). "Tidak ada yang spesifik untuk masing-masing instrument," cetus Rahmat.