
Semarang, CyberNews. PT Pertamina Pemasaran Jateng-DIY masih menunggu proses pembangunan LPG Tanjung Emas dan pembangunan 34 stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) yang kini masih berjalan. LPG Tanjung Emas berkapasitas 10.000 metrik ton (MT) ini sedang dalam tahap uji coba peralatan, sedangkan SPPBE yang belum operasional sebagian masih dalam proses perijinan, tahap pembangunan dan ada pula yang hampir jadi.
Asisten Manager External Relation Pertamina Pemasaran Jateng & DIY Heppy Wulansari mengatakan, LPG Tanjung Emas dan SPPBE sangat penting untuk mendukung ketahanan stok elpiji di Jateng-DIY.
Untuk memenuhi kebutuhan elpiji di Jateng yang mencapai 1.400 MT/hari, Pertamina mensuplai LPG dari 4 titik yaitu Kilang Cilacap, Kilang Balongan, Terminal LPG Eretan dan Terminal LPG Gresik. Sedangkan distribusi didukung oleh 35 SPPBE yang tersebar di hampir semua kabupaten/ kota serta 308 agen LPG.
"Memang sebagian SPPBE masih menunggu ijin dan ada juga yang hampir selesai tetapi kami cukup optimistis bisa mencukupi kebutuhan elpiji mengingat sebentar lagi LPG Tanjung Emas sebentar lagi akan operasional," papar Heppy, Senin (8/2).
Saat ini program pendistribusian paket perdana konversi sudah tercapai sepenuhnya di Jateng. Terakhir Kabupaten Rembang yang menerima pendistribusian paket perdana konversi mitan ke LPG 3 kg pada akhir Januari 2010. Dengan selesainya konversi, jumlah pendistribusian di seluruh Jateng mencapai 9,5 juta paket.
( Modesta Fiska / CN14 )