
Brebes, Cybernews. Virus Avian Influenza (AI) atau Flu Burung dari Januari 2009 hingga Februari 2010 telah menyerang sebanyak 12 desa, di Kabupaten Brebes. Akibat serangan itu, sebanyak 708 ekor unggas ditemukan mati mendadak.
Plh Kepala Dinas Peternakan Pemkab Brebes Ir Nono Setyawan melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Jhoni Murahman mengatakan, desa yang terserang flu burung itu tersebar di delapan kecamatan. Yakni, Kecamatan Brebes, Bumiayu, Bantarkawung, Sirampog, Tonjong, Paguyangan, Losari dan Banjarharjo. Dari jumlah itu, serangan terbanyak terjadi di Kecamatan Sirampok. Yakni, menyerang empat desa. Meliputi, Desa Mlayang, Kaliloka, Kaligiri dan Mendala. "Total ayam yang mati akibat AI ini sebanyak 708 ekor, termasuk di Desa Mendala (Sirampog)
yang terjadi Minggu (7/2)," katanya.
Menurut dia, dari unggas yang terserang itu mayoritas jenis ayam. Namun, khusus di Kecamatan Losari flu burung menyerang ternak puyuh. Sebanyak 20 ekor puyuh milik warga Desa Randusari ditemukan mati mendadak akibat penyakit tersebut. " Di tahun 2009 lalu ada sembilan desa yang terserang. Sedangkan di tahun 2010 ini ada tiga desa," terangnya.
Dia mengungkapkan, wilayah Brebes memang rentan muncul virus tersebut. Selain sudah menjadi daerah endemis, Brebes juga menjadi jalur utama lalu lintas ternak. Virus AI bisa muncul kembali karena banyak faktor. Salah satunya akibat amplitudo cuaca yang tinggi, sehingga tamina ternak menurun.
Dalam kondisi itu, ternak mudah sekali terserang virus. "Dari catatan kami, ada sebanyak 81 desa di Brebes yang endemis flu burung dan menjadi pantauan kami. Di desa itu sudah ditemukan positif flu burung. Namun demikian, belum terjadi penularan kepada manusia," paparnya.
Dia menjelaskan, untuk menanggulangi penyebaran AI, pihaknya telah mengambil beberapa langkah. Bagi daerah yang belum kena dilakukan pencegahan. Namun, bagi daerah yang sudah terkena dilakukan pengendalian. Di antaranya, pengendalian lalu lintas ternak, melakukan bio security dengan penyemportan kandang, mengandangkan ayam dan ayam sakit atau yang bersinggungan dengan ayam terjangkit dimusnahkan. "Selain itu kami juga melaksanakan sanitasi lingkungan ternak," tandasnya.
( Bayu Setiawan / CN12 )