08 Februari 2010 | 14:15 wib | Ekonomi
Jakarta, CyberNews. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menyatakan penerbitan obligasi berjenis syariah untuk ritel yang kedua kalinya cukup berhasil.
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menyatakan dibandingkan penerbitan sukuk ritel pertama kali, jumlah penjualan saat ini lebih banyak.
"Dibandingkan sukuk ritel pertama, target cuma Rp 1,77 triliun, realisasinya Rp 5,55 triliun. Kalau sukuk ritel kedua, sudah cukup confidence," ujarnya di Jakarta, Senin (8/2).
Rata-rata pembelian per investor mencapai Rp 466,24 juta dengan modus Rp 100 juta. Tercatat, investor melakukan pembelian minimal Rp 5 juta dan maksimum Rp 25 miliar.
"Untuk sukuk ritel, belum ada pembatasan maksimal order per investor. Tapi akan diberlakukan pada penerbitan selanjutnya. Sukuk ritel masih dalam tahap pengembangan," kata Rahmat.
Menurutnya, pembatasan pembelian diperlukan untuk asas pemerataan dan kepatutan. Meski tidak dipungkiri, tambah dia, orang yang sangat kaya mampu membeli hingga Rp 25 miliar. Lebih lanjut, pemerintah tengah membahas pembatasan pembelian tersebut apakah akan sama dengan pembatasan pembelian pada obligasi negara ritel (ORI).
Rahmat memaparkan, dilihat dari statistik pemesanan pembelian sukuk ritel seri SR-002 juga lebih banyak. Tercatat, jumlah investor mencapai 17.231, padahal penerbitan pertama hanya 14.295 investor. Total investor penerbitan kedua seri sukuk ritel mencapai sekitar 20 sampai 25 ribu.
Rahmat menambahkan, perbandingan investor SR-002 berdasarkan wilayah terbanyak berasal Indonesia Barat selain DKI (52,41%), DKI Jakarta (41,5%), Indonesia Tengah (4,4%), dan Indonesia Timur 1,61%. Sementara, investor berdasarkan profesi paling banyak berasal dari pegawai swasta (23,79%), PNS (22,06%), Ibu rumah tangga (19,89%), wiraswasta (19%), TNI/Polri (00,46%), dan lainnya (14,8%).
Untuk penerbitan sukuk ritel berikutnya, Rahmat mengatakan, pemerintah belum menentukan. Pasalnya, pemerintah akan melihat kondisi pasar dan kebutuhan anggaran terlebih dahulu. (Kartika Runiasari)
( Kartika Runiasari / CN16 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Pekanbaru, CyberNews. Pesan singkat atau Short Message Service (SMS) berisi jawaban soal Ujian Nasional (UN) yang beredar sehari sebelum pelaksanaan UN…
Klaten, CyberNews. Puluhan rumah warga di lima RT Desa Palar, Kecamatan Trucuk rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan akibat diterjang angin puting…
Solo, CyberNews. Jajaran Poltabes Surakarta menangkap Among Ridho (35), warga Taman Istana Bedali Agung, Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.…
Jakarta, CyberNews. Pemerintah menegaskan hanya akan memberikan subsidi BBM maupun listrik kepada masyarakat yang berhak atau masyarakat tidak mampu.Hal…
Denpasar, CyberNews. Oktaviano Prastiwan P Tolok (24) yang didakwa memerkosa mahasiswi asing asal Norwegia, dituntut tujuh tahun penjara dalam sidang…
© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.