08 Februari 2010 | 03:40 wib | Internasional
Foto: AP
Kabul, CyberNews. Militan Taliban Afghanistan dilaporkan menolak upaya terbaru Presiden Hamid Karzai yang ingin menggandeng mereka mereka, Minggu (7/2). Tetapi mereka tetap membuka kemungkinan perundingan jika sesuai dengan tujuan mereka untuk pembentukan negara Islam.
Sebuah pernyataan di situs resmi Taliban Afghanistan berbahasa Inggris menyebutkan: "Ini bukan pertama kalinya rezim Kabul dan negara-negara asing ingin membuang debu ke mata publik dunia dengan mengumumkan dalam kata-kata rekonsiliasi, tetapi dalam praktiknya ingin berperang."
Diberitakan sebelumnya, Karzai menyebutkan dalam pidatonya pada konferensi di London bulan lalu untuk kembali melakukan rekonsiliasi dengan militan Taliban. Dia juga melobi Arab Saudi untuk meminta bantuan agar dapat menjangkau para militan.
Namun pihak Taliban menolak pernyataan dukungan Barat bagi upaya rekonsiliasi Karzai yang dianggap sebagai "obat cuci mata", yang mereka yakini sebagai rencana untuk meyakinkan para pemilih anti-perang di Barat untuk perdamaian yang digagas para pemimpin mereka, bahkan disaat mereka mempersiapkan serangan baru di provinsi Helmand. Mereka menganggap pernyataan Karzai sebagai sebuah syarat untuk menyerah.
( Yuska , Reuters/ CN14 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Baca Juga
Padang, CyberNews. Kantor imgrasi Sumbar telah memulangkan (deportasi,red) sebanyak 9 orang imigran gelap dari beberapa negara."Pihaknya telah memulangkan…
Lampung, CyberNews. Sebuah video porno dengan para pemain anak-anak dibawah umur, menggemparkan masyarakat Lampung Tengah.Video porno itu diduga dilakukan…
Tebing Tinggi, CyberNews. Setelah sukses menggelar pementasan di Kota Pematang Siantar pekan silam, Teater O -Universitas Sumatera Utara (USU) yang didukung…
Lebak, CyberNews. Keluarga Jaja alias Pura Sudarma alias Umar Yusuf, tersangka terorisme yang ditembak mati di Aceh, dikenal tetangganya di Desa Sajira…
Slawi, CyberNews. Ratusan warga Grogol, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal menggelar aksi demo, Senin (15/3) untuk menuntut pemberhentian Ani Sumarni…
© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.