
Solo, CyberNews. Perayaan Tahun Baru Imlek 2561 yang akan berlangsung 14 Februari mendatang, ternyata belum bisa memberikan keuntungan terhadap hotel berbintang di Kota Solo. Pasalnya, hingga Minggu (7/2), tingkat okupansi (hunian kamar) sejumlah hotel berbintang di Kota Budaya ini masih berkisar di angka 60 hingga 80 persen.
Padahal, saat liburan lain seperti Lebaran, Natal dan tahun baru, tingkat hunian kamar bisa mencapai 90 sampai 100 persen. Public Relation Hotel Sahid Jaya Solo, Sekar Ayu Galynda Putri mengatakan, dari tahun ke tahun, liburan imlek memang tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat okupansi. "Sebab, saat momen kali itu, kebanyakan dari para etnis Tionghoa lebih cenderung memilih untuk merayakan pergantian tahun di rumah bersama dengan keluarga besar. Nah, oleh karena itu, okupansi hanya berkisar di angka 60 persen," kata dia kepada Suara Merdeka CyberNews, Minggu (7/2).
Hal senada diungkapkan Public Relation Lor Inn Bussines Resort & Spa, Kartika Oktavia Pravitasari. Dia mengatakan, hingga Minggu (7/2), jumlah reservasi kamar di Lor In untuk saat Imlek masih terhitung sangat sedikit. Perayaan Imlek tahun ini (2010), menurut dia, sepertinya belum bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap tingkat okupansi hotel. "Sebab, pergantian tahun baru China kali ini jatuh pada hari Minggu, sehingga waktu liburannya tidak terlalu panjang," jelas perempuan yang akrab disapa Vita itu.
( Muhammad Nurhafid / CN14 )