
Foto: AP
Washington, CyberNews. Kehidupan di kota Washington terhenti total, Sabtu (6/2), ketika salju turun yang merupakan awal dari badai yang dikatakan para peramal cuaca bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah modern di AS.
Menurut catatan, salju akan mencapai ketebalan 2½ kaki atau lebih di Washington, dimana hujan salju terparah akan turun pada malam hari terutama di seluruh zona Mid-Atlantik. Pihak berwenang menyebutkan badai salju kali ini menjadi penyebab kematian ayah-anak orang Samaria di negara bagian Virginia dan ratusan kecelakaan lalu lintas.
Menurut Dinas Cuaca nasional, badai salju yang melanda dalam waktu kurang dari dua bulan kedepan bisa menjadi "sangat berbahaya". Salju yang tebal dan basah disertai angin kencang bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan aktivitas pemerintahan, penyumbatan jalan dan lumpuhnya kawasan transportasi dan ritel.
Sementara itu, banyak maskapai membatalkan jadwal penerbangannya, sekolah ditutup dan pemerintah federal meliburkan karyawannya, dimana mereka dapat terjebak selama beberapa hari di tempat tinggalnya karena menghadapi badai salju. Di seluruh kawasan, pejabat transportasi mengerahkan ribuan truk dan pekerja sekaligus menyiapkan ratusan ribu ton garam.
Badai salju ini juga memakan korban jiwa. Di barat Virginia, seorang ayah dan anak dikabarkan tewas pada saat mereka membantu pengemudi lain yang berusaha melawan badai salju. Mereka adalah William Edward Smith Jr (25), warga Mooresburg, Tenn, dan William Edward Smith Sr (54), warga Sylva, NC, yang meninggal meninggal di tempat kejadian.
( Yuska , AP / CN14 )