
Foto: AP
Beirut, CyberNews. Kepala pengadilan internasional yang dibentuk di Libanon berusaha meyakinkan dalam pekan ini bahwa penyelidikan terhadap kasus pembunuhan mantan perdana menteri Libanon masih berada pada jalurnya. Bagi para pendukung mantan Perdana Menteri yang tewas terbunuh, Rafik Hariri, pengadilan adalah kunci harapan mereka untuk mengungkap siapa dalang di balik truk bom bunuh diri yang menewaskan dirinya bulan Februari 2005 lalu. Pihak Libanon sampai saat ini menuduh negara tetangganya, Suriah.
Suriah sendiri menyangkal terlibat dalam kasus pembunhuhan itu. Tetapi kasus tersebut mengakibatkan pasukan Suriah ditarik kembali ke Damaskus, sekaligus membuka pintu perjuangan yang belum terpecahkan dalam perebutan kekuasaan antara militan Hizbullah yang didukung Suriah dan faksi pro-Barat.
Pendukung Hariri dan sekutu mereka sedang mempersiapkan pertemuan massal di pusat kota Beirut pada Februari 14 mendatang untuk menandai pertingatan lima tahun pembunuhan Hariri. Dalam beberapa tahun terakhir ratusan ribu orang ambil bagian dalam unjuk rasa, terkait kasus pembunuhan tersebut.
Pengadilan Khusus yang dibentuk untuk Libanon telah bertahun-tahun melakukan penyelidikan. Tapi kemajuan penyelidikannya mulai berjalan lambat dan sampai saat ini belum diketahui akhir penyelesaian kasus ini.
( Yuska , AP / CN14 )