
Kebumen, CyberNews. Kendati jatah beras untuk masyarakat miskin, pada Januari telah disalurkan, namun harga beras di Kebumen tetap tinggi. Minimnya pasokan gabah dari petani menjadi faktor penyebab tingginya harga beras di pasaran.
Dari pantauan Suara Merdeka CyberNews di sejumlah pedagang di kompleks Pasar Tumenggungan, harga beras masih tinggi seperti pada Januari lalu. Beras jenis Ciherang dan C4 stagnan pada harga Rp 5.800-Rp 6.000/kg. Sedangkan beras mentik wangi Rp 7.000/kg, beras jenis Rojolele Rp 8.000/kg.
"Maklum, saat ini masih belum ada yang memasuki musim panen," ujar Solahudin (40), pemilik kios 'Hasil Tani' di Jalan Kolopaking Kebumen, Kamis (4/2).
Dia melihat, penyaluran raskin tidak berdampak banyak pada penurunan harga beras di pasaran. Meskipun ada pengaruh, itu sangat kecil yakni pada penjualan tingkat eceran. Dia memperkirakan, harga beras mulai turun pada akhir Februari saat
petani mulai memasuki musim panen.