
Semarang, Cybernews. Jika perayaan Natal sejumlah umat Kristiani banyak yang menghias ruangan dengan pohon cemara, di perayaan tahun baru Imlek, sejumlah etnis Tionghoa mempunyai tradisi lain. Selain menghias ruangannya dengan pohon angpao, pohon Jeruk Mandarin Mini juga menjadi pilihan dalam menghiasi rumah mereka.
Yah, pohon jeruk berukuran mini ini bagi mereka dipercaya sebagai pohon keselamatan dan kebersamaan. Untuk itu setiap perayaan Imlek, pohon ini banyak diburu pembeli. Bahkan, tak hanya bagi warga etnis Tionghoa saja melainkan juga sejumlah warga pribumi. Memang, karena bentuknya yang mungil dan buahnya yang menggerombol membuat tanaman impor dari negeri Tirai Bambu banyak diminati.
Ruth Setiyati, pemilik toko Aneka Buah di Gang Baru mengatakan saat menjelang Imlek, pohon "Jeruk Keselamatan" ini hampir dipastikan banyak diserbu pembeli. Bahkan untuk persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2561 yang jatuh pada 14 Februari mendatang, tokonya menambah stok pohon Jeruk Mini import tersebut sebanyak 60%.
"Penjualan tahun lalu ada sekitar 70 pohon. Untuk tahun ini kita akan menambah stok karena banyaknya peminat yang memesan pohon ini," jelas Ruth yang mengaku menjual pohon tersebut seharga Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta sesuai ukurannya.
Pohon Jeruk Mandarin Mini yang mempunyai buah bergerombol, menurutnya mempunyai filosofi sebagai kebersamaan. Hal tersebut menggambarkan kebersamaan warga etnis Tionghoa saat merayakan Imlek yang biasanya berkumpul dengan sanak saudara. Buahnya yang bulat berwarna kuning menggambarkan kesejahteraan dan keselamatan yang menjadi pengharapan saat merayakan Imlek.
Namun, memang tak mudah untuk merawat pohon mini tersebut. Karena merupakan pohon hidup yang diimpor, perawatannya tentu tak semudah pohon imitasi. Meski sebenarnya perawatannya juga tak jauh beda dengan tanaman hidup lainnya, hanya saja kita harus lebih memperhatikan pemupukannya dan senantiasa memotong tangkainya agar bentuknya tetap indah.
"Meski tanaman impor, tanaman ini juga dapat tumbuh di Indonesia meski tak berumur lama. Buktinya banyak pembeli yang mampu memeliharanya hingga 5 tahun," jelasnya.
Sementara itu tradisi lain warga etnis Tionghoa dalam menghias ruang rumahnya adalah dengan hiasan sejenis tumbuhan Edelweis yang diimpor dari Cina. Edelweis ini mengandung makna sebagai keabadian dan kesejahteraan. Biasanya tanaman ini akan dihias dengan pernak-pernik imlek lainnya yang diletakkan secara digantung seperti layaknya pernik-pernik pohon natal.
( Maulana M Fahmi / CN12 )