
Klaten, CyberNews. Setoran pembayaran beras raskin di 18 kecamatan belum dibayarkan ke pemkab padahal beras bulan Februari akan segera disalurkan. Jika sampai beras bulan ini disalurkan tetapi pembayaran tak selesai, wilayah itu terancam dihentikan pembagian raskinnya.
Kabag Perekonomian Pemkab Klaten, Drs Sri Sumanto usai rakor raskin menjelaskan dengan waktu yang sangat singkat saat ini, desa dan kecamatan harus cepat membereskan. "Kalau tidak lunas saat beras bulan selanjutnya dibagikan, maka beras akan ditunda," katanya, Selasa (2/2).
Dia mengatakan di Kabupaten Klaten ada kebiasaan buruk di daerah dengan menunda dana raskin. Dana biasanya tak segera disetor tetapi digunakan di desa. Sementara dana itu diandalkan Bulog untuk membeli beras lagi untuk dibagikan selanjutnya. Untuk itu, 18 kecamatan sudah diperingatkan agar segera membereskan pembayaran. Sebab jika tidak, penundaan akan dilakukan apapun alasannya. Meskipun mengundang kerawanan dia yakin warga akan mempertanyakan ke desa bukan ke pemkab sehingga desa diminta tidak main-main.
Dia menambahkan, waktu penyetoran bulan Januari memang mepet karena persoalan kuota yang semula 13 kg akhirnya kembali ke 15 kg. Dengan perubahan kuota itu jatah yang mestinya dibagikan awal bulan baru tersalur tanggal 22 Januari lalu. Padahal, kata dia, jatah bulan Februari ini akan dibagikan tanggal 10 nanti. Dengan waktu pengumpulan yang mepet dia meminta desa dan kecamatan tak menunda. Sebab waktu mepet, pemkab akan memberi toleransi tiga hari sampai tanggal 13 Februari untuk melunasi.
( Achmad Hussain / CN14 )