panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Februari 2010 | 09:26 wib
Hadapi ACFTA, Perajin Logam Tegal Kelimpungan

 
Slawi, CyberNews. Kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) mulai dirasakan perajin di Kabupaten Tegal. Sejumlah perajin lokal, terutama dalam bidang industri logam kini mulai terkena dampak dari sistem perdagangan bebas. Perajin logam kelimpungan menghadapi serbuan produk-produk China yang masuk ke pasarannya.
 
Ketua Pusat Pengembangan Perdagangan Kabupaten Tegal, Endang Nur Rahayu mengatakan, setelah adanya perdagangan bebas ini produk China sedikit demi sedikit mulai masuk ke Indonesia. Sejauh ini, yang paling terasa terkena imbasnya adalah para perajin logam. Mereka yang kelimpungan ini antara lain perajin yang memproduksi komponen-komponen mesin atau kendaraan.
 
"Banyak perajin logam yang kewalahan menghadapi produk-produk China. Sebab, kualitas mereka tak kalah dengan produk lokal dan harganya juga jauh lebih murah," kata Endang yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Hasil Hutan Wilayah Pantura tersebut.

Dia menjelaskan, terdapat perajin logam yang biasa memasarkan produknya ke Jakarta per item dengan harga Rp 1.000/ komponen. Beredarnya produk China yang memasarkan barang serupa dengan harga Rp 300/ komponen cukup meresahkan perajin lokal. Padahal, untuk membeli bahan baku saja, perajin lokal itu butuh biaya Rp 600/ item komponen.
 
Apabila tak diantisipasi, ia memperkirakan, industri konveksi yang juga banyak dilakoni perajin di Kabupaten Tegal bisa terancam. Sementara untuk industri hasil hutan masih tetap bisa dikendalikan. Hal ini karena kualitas kayu di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tegal masih jauh lebih baik dibandingkan dengan China.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tegal, Abdul Latif menegaskan, perdagangan bebas memang tidak bisa dibendung. Menurutnya, pengoptimalan produk-produk pertanian seperti beras harus dilakukan, termasuk juga penambahan pabrik pupuk. Ini supaya kebutuhan pupuk dapat diperoleh petani dengan harga murah.

( Royce Wijaya / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 66
25 Mei 2012 | 12:53 wib
Dibaca: 90
25 Mei 2012 | 12:42 wib
Dibaca: 134
25 Mei 2012 | 12:30 wib
Dibaca: 123
25 Mei 2012 | 12:17 wib
Dibaca: 157
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER