Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
 



30 Januari 2010 | 09:51 wib | Nasional

Ratusan Ayam di Sukabumi Positif Flu Burung

Sukabumi, Cybernews. Virus flu burung kembali mengancam. Sebanyak 300 ekor ayam kampung yang mati mendadak di dua RW yakni di RW 05 dan 11 Kampung Anggayuda, Desa Pamuyuran, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan positif terjangkit virus H5N1 atau flu burung.

"Setelah dilakukan pengujian cepat (rapid test) terhadap ayam yang mati menunjukan, ayam yang mati mendadak disebabkan oleh virus flu burung. Uji rapid ini tingkat kepercayaannya sampai 70 persen," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner dr Asep Kurnadi usai melakukan pengambilan sampel darah ayam, Jumat.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya akan tetap mengambil sampel darah ayam tersebut untuk diuji di laboratorium di Bandung untuk mengetahui lebih tepat apakah ayam yang mati tersebut 100 persen karena virus flu burung atau bukan.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus itu, kata dia, ayam yang masih hidup akan dikarantina dan diberi vitamin agar kekebalan tubuhnya meningkat.

"Bila ada warga yang menemukan ayam yang sakit, diminta segera laporkan kepada pihak desa dan langsung mengubur atau membakarnya. Penyebaran virus ini sangat cepat, sehingga masyarakat yang memelihara ayam harus selalu waspada dan membersihkan kandang ayam dengan desinfektan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Desa Pamuyuran Mimi Mintarsih menyebutkan, kejadian seperti ini sudah berlangsung selama satu minggu.

"Hingga saat ini, ayam yang mati mendadak mencapai 300 ekor yang berada di RW 05 dan RW 12. Pada awalnya, kami tidak mengetahui ada ayam yang mati mendadak, tetapi lama kelamaan ayam yang mati mendadak tersebut jumlahnya terus bertambah," katanya.

Menurut dia, warga sekitar seringkali menemukan bangkai ayam yang sudah membusuk karena sebelum mati ayam-ayam tersebut tidak menunjukkan gejala sakit dan langsung tiba-tiba mati. Salah seorang warga setempat, Ence, mengatakan, sejumlah warga menguburkan ayam yang telah mati karena khawatir penyakit yang menyerang ayam mati mendadak ini menjalar ke ayam lain.

( Ant /CN12 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share



+ Indeks Berita  

          Berita Terbaru

06 September 2010 | 12:45 wib | Berita Mudik

Tim Ekspedisi Jalur Mudik CyberNews
Jelang Lebaran, Kawasan Wisata Bledug Kuwu Berbenah Diri

Grobogan, CyberNews. Jelang libur lebaran, pengelola Kawasan Wisata Bledug Kuwo di Kabupaten Grobogan mulai mempersiapkan diri. Pengelola mulai merapatkan…

06 September 2010 | 12:41 wib | Nasional

Tuntutan Terhadap Arafat Dibacakan Hari Ini

Jakarta, CyberNews. Terdakwa Kompol Arafat Enanie, menurut rencana hari ini akan mengikuti sidang lanjutan kasus korupsi penggelapan pajak dengan agenda…

06 September 2010 | 12:26 wib | Daerah

Warga Kampus Kecewa, Tak Ada Dialog dengan Calon Rektor UNS

Solo, CyberNews. Tidak ada acara dialog dengan calon rektor, mengakibatkan warga kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) merasa kecewa. Saat sosialisasi…

06 September 2010 | 12:17 wib | Berita Mudik

Pemudik Diminta Berhati-hati di Lingkar Selatan Pemalang image

Pemalang, CyberNews. Bila anda pemudik yang melintas Pemalang dengan menggunakan mobil pribadi ataupun sepeda motor dari arah timur ataupun utara, diharapkan…

06 September 2010 | 12:05 wib | Berita Mudik

Tim Ekspedisi Jalur Mudik CyberNews
Jalur Wirosari-Grobogan Bergelombang

Grobogan, Cybernews. Pemudik yang melewati jalur Purwodadi menuju Cepu diharapkan lebih berhati-hati mengingat kondisi jalan di sejumlah titik bergelombang,…


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.