
Slawi, CyberNews. Seorang narapidana, Saryo (25) warga Ketanggungan, Kabupaten Brebes nekat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Slawi. Narapidana yang menjalani hukuman akibat kasus pencurian telepon seluler (ponsel) ini melarikan diri dengan cara memotong kayu di bopen (lubang angin) di gudang lapas.
Sebelum memotong kayu tersebut, Saryo yang tinggal di Ruang B kamar nomor 12 ini sempat memanfaatkan kunci yang dicuri dari petugas Lapas. Setelah mengunci gudang lapas, selanjutnya narapidana tersebut baru beraksi pada saat kondisi hujan deras. Aksi narapidana berstatus tahanan pendamping (tamping) ini dilakukan pada Senin (25/1) pagi.
Namun, kaburnya Saryo yang juga dipercaya petugas lapas untuk membantu membersihkan lingkungan sekitar itu baru diketahui saat apel siang. Tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi kaburnya narapidana ini terjadi satu hari menjelang pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) Kepala Lapas Kelas II B Slawi dari Prawoto Edris BcIp kepada Rintjoko Sinaryakto BcIp SH.
"Kaburnya narapidana ini (Saryo-) sepertinya sudah direncanakan. Dia melarikan diri dengan memanfaatkan kunci gudang lapas saat hujan deras mengguyur Lapas Slawi," kata pejabat lama Lapas Kelas II B Slawi, Prawoto Edris usai menjalani sertijab di Aula Dr Sahardjo, Selasa (26/1).
Atas kaburnya narapidana tersebut, ia mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memburu Saryo yang nekat kabur dari Lapas Slawi. Apabila nantinya tertangkap, narapidana yang kabur tersebut terancam akan dihapus remisinya. Sehingga, yang bersangkutan harus menjalani hukuman murni.
Sementara itu, Kalapas Kelas II B Slawi, Rintjoko Sinaryakto menegaskan, siap meningkatkan pengawasan terhadap para tahanan/ narapidana di wilayah kerjanya. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa di lapas yang mulai beroperasi pada tahun 2008 ini.