panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Januari 2010 | 21:20 wib
Seks Di Usia Lanjut Sebagai Rekreasi

Semarang, CyberNews. Masalah seksual sering ditemui ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal meski memasuki usia tua, bukan mustahil untuk dapat berhubungan seksual dengan aman dan menyenangkan. Seks di usia lanjut justru bisa menjadi sarana rekreasi dan bukan hanya sekedar sebagai sarana penyaluran kebutuhan biologis semata.

"Selain itu, kebutuhan tersebut juga untuk tetap menjaga haromisasi rumah tangga," dr Ardy Santosa SpBU dalam Seminar Seks di Usia Lanjut di RS Telogorejo baru baru ini.

Spesialis bedah saluran kencing itu menjelaskan, seks pada usia lanjut membutuhkan komunikasi dan pengertian terhadap pasanganya. Masing-masing pasangan harus mengerti kondisi dan kemampuan dan aktivitas seksual. Banyak kasus, seperti seorang kakek yang mencabuli anak kecil. Hal itu terjadi karena kurang adanya penyaluran kebutuhan biologis. "Karena itu seks diusia lanjut tidak ada batasan. Sebatas pasangan mampu dan mau," ujarnya.

Berkurangnya aktivitas seksual disaat usia lanjut, disebabkan adanya penurunan daya seksualitas. Disamping adanya perubahan fisik, faktor psikologis juga sering kali menyebabkan penurunan fungsi dan potensi seksual. Selain itu, ada juga faktor seks di usia lanjut karena adanya rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia.

Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya, Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya. "Pasangan hidup yang telah meninggal juga bisa menjadi sebab menurunnya aktvitas seksual dan disfungsi seksual, karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas, depresi, pikun," ungkapnya.

Disfungsi seksual, lanjutnya, merupakan keadaan berkurangnya respon erotis terhadap orgasme, ejakulasi prematur, dan sakit pada alat kelamin sewaktu masturbasi. Pada lansia wanita ditandai dengan berkurangnya pembesaran payudara, terjadi penurunan flushing, elastisitas dinding vagina, lubrikasi vagina dan peregangan otot-otot, iritasi uretra dan kandung kemih. Sementara pada lansia pria, ereksi membutuhkan waktu lebih lama dan kurang begitu kuat, penurunan produksi sperma sejak usia 40 tahun akibat penurunan testoteron, elevasi testis ke perineum lebih lambat.

"Hasrat pada lansia wanita mungkin menurun seiring makin lanjutnya usia, tetapi bisa bervariasi. Sementara interval untuk meningkatkan hasrat seksual pada lansia pria meningkat serta testoteron menurun secara bertahap sejak usia 55 tahun, yang akan mempengaruhi libido," terangnya.

Konsumsi alkohol dan rokok tembakau juga mengurangi fungsi seksual, khususnya bila terjadi kerusakan hati (hepar) yang akan mempengaruhi metabolisme testoteron. Merokok juga bisa mengurangi vasokongesti respon seksual dan mempengaruhi kemampuan untuk mengalami kenikmatan.

( Fani Ayudea / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34544
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35807
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36097
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40180
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35242
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER