
Jakarta, cyberNews. Pemerintah mempercepat program beras miskin (raskin) atau kini dikenal rasdi (beras bersubsidi) dengan penyaluran yang sudah mulai berjalan sejak Januari 2010.
Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamukthi mengatakan percepatan tersebut merupakan salah satu langkah menjaga stabilitas harga beras. "Sampai 13 Janurari, sudah disalurkan 17.190 ton raskin untuk seluruh Indonesia, ini merupakan 6,5% dari target Januari," kata Bayu di Jakarta, Kamis (14/1). "Sebagai perbandingan, kata dia, pada Januari tahun lalu penyaluran raskin belum dilakukan karena ada hambatan penetapan RTS (rumah tangga sasaran)," ungkap Bayu.
Untuk tahun ini, jelas dia, pemerintah membebaskan penyaluran raskin karena alokasi raskin 2010 berkurang yakni dari 15 kilogram per RTS per bulan menjadi 13 kilogram per RTS per bulan. "Untuk antisipasi sudah ditetapkan dalam pedoman umum raskin yang jadi pegangan adalah total 156 kilogram per RTS per tahun. Jadi kalau ada pemda ingin tetap membagikan 15 kilogram dimungkinkan, sehingga pembagian jadi 9 sampai 10 bulan. Kalau tetap 13 kilogram juga boleh, tetap 12 bulan," papar Bayu.
Selain itu, tambahnya, pemerintah juga mengantisipasi kenaikan harga beras dengan menargetkan stok pemerintah minimal 1,5 juta ton dan saat ini sudah tercapai 1,6 juta ton. Cadangan pemerintah, ungkap Bayu, saat ini mencapai 500 ribu ton. "Pemerintah pemegang stok beras terbesar," ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan operasi pasar kapan dan dimana saja. Terutama di daerah-daerah tertentu yang harga berasnya tidak stabil. "Operasi pasar antara lain di Jaya pura, Mataram, dan Denpasar karena pemdanya sudah meminta melakukan operasi pasar," kata dia.
( Kartika Runiasari / CN13 )