
Boyolali, CyberNews. Kematian unggas di Dukuh Semampir, Desa Candi, Kecamatan Ampel dipastikan akibat virus flu burung. Kepastian diperoleh berdasarkan rapid test yang dilakukan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali..
"Memang berdasarkan 'rapid test' dipastikan akibat virus flu burung. Namun demikian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel di laboratorium,’’ ujar Kepala Disnakan Boyolali, Dwi Priyatmoko, Kamis (14/1).
Dijelaskan, kematian unggas tersebut karena sebelumnya luput dari vaksinasi. Wilayah Kecamatan Ampel, vaksinasi hanya dilakukan di sejumlah desa antara lain, Tanduk, Gladagsari, Banyuanyar dan Seboto. Hal itu disebabkan minimnya dosis vaksin yang ada di Disnakan.
Jumlah vaksin tahun 2009 hanya sebanyak 50.000 dosis. Bahkan tahun 2010 ini turun drastis menjadi 15.000 dosis. Jumlah tersebut dipastikan tidak akan mampu menjangkau vaksinasi semua unggas, utamanya ayam buras milik masyarakat yang mencapai 854.000 ekor. Untuk itu, pihaknya mengingatkan pemilik unggas untuk melakukan vaksinasi mandiri. "Sesuai aturan, vaksinasi dilakukan rutin 3 kali setahun."
Pihaknya juga meminta masyarakat, utamanya pemilik unggas untuk mengandangkan ternaknya. Sebab, dengan sistem pengandangan maka pengawasan kesehatan unggas lebih mudah. Bila ada yang sakit segera dipisahkan untuk diobati. "Unggas yang mati agar segera dibakar dan dikuburkan. Setelah dari kandang agar segera membersihkan badan dengan sabun."
Diberitakan sebelumnya, ratusan ayam milik enam warga di Dukuh Semampir, Desa Candi, Kecamatan Ampel mati mendadak. Warga pun was-was dan segera melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait karena diduga kematian ayam disebabkan flu burung.
( Joko Murdowo / CN14 )