
Foto: AP
San Fransisco, CyberNews. Google Inc menyatakan akan menarik diri dari Cina karena tidak lagi dapat menerima sensor hasil pencarian web, setelah serangan hacker pada account email aktivis hak asasi manusia dengan memanfaatkan layanan Gmail.
Google, Selasa (12/1), memberikan pernyataan mengejutkan setelah seorang penasehat Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, bahwa ia akan mengumumkan sebuah kebijakan teknologi minggu depan untuk membantu pengguna internet di negara lain agar dapat memperoleh akses ke Internet tanpa sensor.
Menurut laporan dari pihak Google Inc, lebih dari 20 perusahaan lainnya juga ikut diserang oleh hacker yang berbasis di Cina. Para hacker telah mencoba untuk mengakses account Gmail dari aktivis hak asasi manusia di Cina, tapi hanya berhasil mengakses dua account tak dikenal.
Google sendiri mengelola situs web berbahasa Cina, "Google.cn", yang menjalankan perusahaan menurut undang-undang setempat.
"Kami telah memutuskan untuk tidak lagi mensensor hasil pencarian di Google.cn. Dan selama beberapa minggu kedepan kami akan berdiskusi dengan pemerintah Cina mengenai dasar yang dapat kami gunakan untuk beroperasi tanpa filter pada mesin pencari sesuai dengan hukum yang ada di sana," sebut sebuah sumber dari Google Inc.
( Yuska , Reuters / CN14 )