
Semarang, CyberNews. Melambungnya harga beras yang mencapai angka Rp 1.000/kg, seperti diberitakan kemarin dinilai masih dalam tahap kewajaran. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kota Arief Moelia Edie menyatakan, kenaikan tersebut disebabkan faktor cuaca dan terbitnya Inpres No. 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan 2010.
Menurut Arief, pihaknya bersama instansi terkait selalu memantau harga beras dan stok yang ada pada distributor agar harga beras jangan sampai naik lagi. Hingga kemarin, stok beras di pasaran masih aman dengan persedian yang dimiliki Kota Semarang sekitar 300 ton per hari. "Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap kali memasuki Januari, harga beras cenderung mengalami kenaikan. Pasalnya, kondisi cuaca yang kurang mendukung, sehingga petani tidak bisa panen raya," kata Arief, Rabu (13/1).
Disinggung mengenai operasi pasar, Arief menyatakan saat ini belum perlu dilakukan operasi pasar. Alasannya, operasi pasar merupakan kebijakan dari pusat. Sebab, untuk menggelar operasi pasar untuk menurunkan harga, pihaknya harus membeli beras dan menjualnya dengan harga murah. Sementara, intansinya tidak memiliki anggaran untuk hal itu.
Kenaikan harga beras pada tingkat pengecer mencapai Rp 1.400/kg. Harga beras di Pasar Induk Dargo yang termurah adalah Rp 5.700, padahal sebelumnya Rp 4.700. Jenis C4 Bramo kemarin Rp 6.400 dari sebelumnya Rp 5.100, sedang C4 dari Rp 5.200 kemarin menjadi Rp 6.200. Mentikwangi Rp 6.600 atau naik Rp 1.100 dari Rp 5.500 dan umbuk umbul naik Rp 1.200 dari Rp 4.800 menjadi Rp 6.000.
( Rosyid Ridho , Bening Puspita / CN14 )