
Solo, CyberNews. Sedikitnya 15 pelajar masih menggenakan seragam jenjang sekolah SMP dan SMA di Kota Solo terkena razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta, Selasa (12/1).
Kepala Satpol PP Hasta Gunawan mengemukakan, para pelajar tersebut ditemukan petugas berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Saat petugas melakukan operasi, para pelajar itu kedapatan bermain <I>play station<P> (PS) dan ada pula yang sedang asyik di warnet, padahal jam sekolah belum usai. "Ada yang ditangkap di seputar Kampus AUB (Universitas Adi Unggul Bhirawa, Bibis--Red), dan yang lain di daerah sekitar jalan Adi Sucipto. Sebagian dari mereka kedapatan sedang main PS (Play Station)," kata Hasta di Kantor Satpol.
Para pelajar selanjutnya di data oleh petugas. Menurut Hasta, setelah diketahui identitasnya para siswa dikembalikan ke pihak sekolah bersangkutan. "Kami akan kirim ke sekolah. Biar sekolah yang melakukan pembinaan dan juga memanggil para orang tua bersangkutan," tandasnya.
Menurutnya, razia anak sekolah akan dilakukan secara periodik dan terjadwal serta digelar pada jam-jam sekolah masih berlangsung. Satpol juga berencana melakukan sosialisasi ke sekolah yang ada di Kota Solo secara berkala, perihal ketertiban dan kedisiplinan siswa. Upaya ini dilakukan Satpol sebagai peran serta institusi ini dalam hal kedisiplinan siswa dan tingkat kelulusan siswa jenjang SMP dan SMA di Solo menghadapi Ujian Nasional (UN).
Informasi Masyarakat
Adanya pelajar yang bolos sekolah saat jam pelajaran berlangsung di Kota Solo sudah menjadi perhatian masyarakat. Saat keluar dari sekolah tanpa izin, generasi penerus bangsa ini pada umum melakukan aktifitas yang tak positif. Sebagian dari mereka lebih suka nongkrong di pinggir jalan, atau mendatangi rental Play Station, ada pula yang memanfaatkan warnet sebagai tempat singgah, sambil menunggu jam pelajaran usai. "Razia ini juga berkat informasi masyarakat. Tempat-tempat yang sering digunakan anak sekolah bolos akan kami razia," tutur Hasta.
Razia pelajar yang bolos sekolah, kemarin, cukup mengudang perhatian warga masyarakat. Sebagiaan warga mendatangi Balai Kota untuk melihat wajah para pelajar satu persatu. Namun para siswa yang ketangkap itu menundukkan kepala dan menyembunyikan identitas mereka.
"Kasihan orang tua. Sudah membiayai sekolah dengan uang tak sedikit, kok malah bolos. Perilaku seperti ini, oarangb tau di rumah tak akan tahu. Sebab, mereka kebanyakan pulang sekolah bersama kawan-kawan yang tak bolos," kata Ibu Endang, salah satu warga masyarakat yang turut menyaksikan hasil razia Satpol PP itu.
( Widodo Prasetyo / CN13 )