
Jakarta, CyberNews. Eny Juner (24) warga Blitar akhir pekan ini dilaporkan meninggal di rumah kontrakannya Kelurahan Duri Kosambi RT 04 RW 02 Cengkareng, Jakarta. Bersama almarhumah ikut juga melakukan ritual yang sama Elizabeth (35), Andre (25) keduanya warga Malang dan Minarti (46).
Menurut Elizabeth, mereka melakukan ritual "mutih", direncanakan selama 40 hari minum air putih dan makan nasi putih, namun pada hari ke-34 almarhumah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Elizabeth yang memberikan keterangan di Gereja Bethel Indonesia Kosambi Baru menyebutkan, mereka melakukan pertapaan itu sejak 27 November lalu. Dijelaskannya, pada tanggal 4 Januari, Eny sudah merasakan lemas, tubuhnya merasa panas. Namun, sehari kemudian tubuhnya sudah kaku.
Menurut mereka yang mengikuti pertapaan itu, Eny diperkirakan sedang dibawa malaikat dengan harapan rohnya akan kembali lagi setelah dibawa pergi malaikat. Namun, setelah ditunggu lima hari Eny tidak ada perkembangannya. Sehingga peristiwa itu dilaporkan ke pihak berwajib.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Heri Dian DH mengatakan peristiwa tersebut kini masih dalam penyelidikan. Sedang jenazah almarhumah saat sekarang berada di RSCM untuk dimintakan visum dan sekaligus diotopsi untuk mengetahui sebab-sebab kematian "pertapa" yang membuat penduduk kelurahan Duri Kosambi geger. Warga setempat menyebutkan bahwa sejak beberapa hari ini dibuat geger karena dari rumah kontrakan Eny mereka mencium bau busuk yang menyengat. Namun, anehnya Elizabeth mengaku mereka bertiga tidak mencium bau busuk sedikitpun.
Menurut keterangan setelah dilakukan otopsi yang hasilnya akan diperoleh beberapa hari kemudian jenazah akan dibawa ke gereja untuk dilakukan doa untuk jenazah. Pihak RT setempat belum dpat memastikan apakah almarhumah akan dimakamkan di Cengkareng atau di Blitar.
Untuk pengusutan lebih lanjut, polisi masih meminta keterangan beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Untuk sementara waktu, rumah kontrakan Eny kini dipasang police line.
( Budi Nugraha , Zainal Abidin / CN14 )