
Semarang, CyberNews. Suku bunga pinjaman dan deposito sampai dengan akhir tahun ini diperkirakan mengalami penurunan di level seharusnya, menyusul proyeksi inflasi yang berada di kisaran 6% pada tahun 2010 ini. Head of Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pemulihan kondisi finansial global akan berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini akan mendorong perbaikan di berbagai sektor termasuk perbankan yang akan berekspansi lebih giat lagi.
Berdasarkan data berbagai indikator yang ada seperti output industri AS, sebelumnya turun drastis hingga -12% kini sudah mulai merangkak lebih baik. "PDB AS sekarang memang masih negatif tetapi sudah membalik ke atas artinya ada perbaikan. Dan jika terus pulih akan berdampak pada semua aspek perekonomian termasuk suku bunga dan tingkat inflasi di Indonesia," jelas Purbaya di Semarang.
Menurut Purbaya, harga minyak dunia juga akan stabil berada di kisaran 60-80 dolar AS/barrel. Indikator ini akan menjaga inflasi karena pemerintah juga tak perlu menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Suku bunga acuan (BI Rate), akan terjaga di level 6,5% mengingat inflasi tahun ini berada di angka 5%-6%. Diharapkan, dengan kondisi tersebut bunga kredit akan terus turun hingga akhir tahun ini.
"Prospek penurunan suku bunga dan deposito masih sangat besar berkisar 4%-5%," tuturnya.
( Modesta Fiska / CN14 )