panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Januari 2010 | 16:58 wib
116 Mantan atau Anggota DPR/D Tersangkut Korupsi

Jakarta, CyberNews. Koordinator Hukum dan Pemantau Peradilan ICW Ilian Deta Arta Sari mengatakan, berdasarkan aktor atau pelaku, selama tahun 2009 para mantan atau anggota DPR/D yang paling banyak menjadi terdakwa perkara korupsi yaitu sebanyak 116 orang.

Selanjutnya masuk dalam kelompok tiga besar lainnya adalah pelaku korupsi dari sektor swasta yaitu 69 orang terdakwa, Kepala/Staf Dinas sebanyak 63 orang terdakwa, dan staf/mantan pegawai pemerintah daerah/kabupaten sebanyak 52 orang terdakwa.

Dia khawatir pemberantasan korupsi semakin terancam mengingat jika dicermati dari tahun ke tahun jumlah terdakwa korupsi yang dibebaskan oleh pengadilan terus meningkat.  Selama tahun 2005 dari 243 yang bebas 54 atau 22,2 persen, kemudian pada tahun 2006, dari 361 terdakwa yang bebas 116 atau 31 persen. Tahun 2007 dari 373 terdakwa yang bebas 212 atau 56 persen. Kemudian terus meningkat pada tahun 2008, dari 444 terdakwa yang bebas 277 atau 62 persen.

Jika ditambah sepanjang tahun 2009 dengan 378 dan yang dibebaskan 224 atau 59 persen. "Berarti selama 2005 hingga 2009, dari 1799 terdakwa yang dibebaskan 883 orang atau 49 persen,’’ ujar Ilian, Minggu (10/1).
 
Peneliti ICW Febri Diansyah menegaskan, sulit mempercayai keseriusan dan komitmen institusi pengadilan untuk memberantas korupsi dinegeri ini. Karena seperti pada tahun-tahun sebelumnya, institusi pengadilan dalam hal ini Pengadilan Umum selama tahun 2009 secara keseluruhan ternyata memberikan kontribusi besar terhadap makin melemahnya upaya pemberantasan korupsi yang saat ini didorong oleh pemerintah.

Febri mengatakan, meskipun Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A. Tumpa telah menyatakan akan berkomitmen dengan pemberantasan korupsi. "Faktanya pengadilan umum selama setahun dibawah kepemimpinan Harifin Tumpa gagal memberikan perubahan siginifikan bagi dukungan terhadap agenda pemberantasan korupsi," tandasnya.

( Mahendra Bungalan / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34491
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35755
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36039
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40120
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35186
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER