Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
 
.:Kuliner


08 Januari 2010 | 19:34 wib | Nasional

JK : Pendukung Century Berarti Dia mendukung Perampok

Kasus Century Adalah Perampokan

image

Jakarta, CyberNews. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan pernyataan mantan pejabat Bank Indonesia (BI) yang menyebut kasus Century adalah bank gagal yang berdampak sistemik.

"Kasus Bank Century adalah perampokan. Kalau ada yang mendukung Bank Century berarti dia mendukung perampok," kata Jusuf Kalla pada seminar "Saatnya Hati Nurani Bicara" di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Jumat (8/1).

Dikatakannya, kegagalan Bank Century karena dananya dirampok bukan karena krisis dan kegagalannya juga tidak berdampak sistemik.

Kasus Bank Century, kata dia, adalah kejahatan tertinggi yang pernah terjadi di negeri ini, karena telah diperiksa oleh tiga lembaga penyidik tertinggi yakni Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pantia Angket DPR. "Tapi sampai saat ini kasusnya tetap belum transparan," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar.

Dikatakan Kalla, kasus Bank Century ini mengoyak rasa keadilan masyarakat sehingga masyarakat menjadi marah yang dampaknya terjadi penurunan kepercayaan kepada pemerintah. Akumulasi kemarahan masyarakat yang sudah bertumpuk, katanya, bisa berakibat fatal.

Kalla mengingatkan, peristiwa perubahan kepemimpinan pada 1998 dari pemerintahan orde baru menjadi reformasi merupakan puncak dari akumulasi kemarahan masyarakat yang bertumpuk. Menurut dia, saat itu terjadi dua persoalan utama yakni rasa keadilan dan rasa kemakmuran masyarakat terkoyak. "Mudah-mudahan saat ini tidak sampai terjadi peristiwa reformasi lagi," katanya.

JK berharap, Panitia Angket Kasus Bank Century DPR yang saat ini masih bekerja bisa menghasilkan keputusan yang bijaksana dan berpihak pada rasa keadilan masyarakat.

Pengamat ekonomi Rizal Ramli sepakat dengan Jusuf Kalla yang mengatakan kasus Bank Century adalah perampokan. Ia meminta Aliansi Nasional Parpol yang baru dideklarasikan bisa bertindak untuk membantu menyelasaikan kasus ini. "Apakah kasus ini akan kita biarkan begitu saja," katanya.

Pada saat itu delapan parpol mendeklarasikan diri sebagai Aliansi Nasional Partai Politik yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Demokrasi Bangsa, Partai Matahari Bangsa (PMB), dan Partai Bintang Reformasi (PBR).

( Ant / CN13 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share



+ Indeks Berita  

          Berita Terbaru

12 Maret 2010 | 03:27 wib | Daerah

Disambut Takbir
Jenazah Dulmatin Tiba di Rumah Duka

Pemalang, CyberNews. Jumat (12/3) pukul 03.12 WIB, rombongan jenazah Dulmatin alias Joko Pitono tiba di rumah duka di Petarukan, Kabupaten Pemalang.Rombongan…

12 Maret 2010 | 02:00 wib | Daerah

Rombongan Jenazah Dulmatin Masuk Jawa Tengah

Pemalang, CyberNews. Menjelang pukul 02.00 WIB, belum ada tanda-tanda bakal datangnya rombongan pembawa jenazah Dulmatin. Suasana di rumah duka yang bertempat…

12 Maret 2010 | 01:49 wib | Daerah

Keluarga Pasang Spanduk
Dulmatin Bukan Teroris

Pemalang, CyberNews. Keluarga Dulmatin di Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan Pemalang memasang spanduk sebagai bentuk penyambutan kedatangan jenazah…

12 Maret 2010 | 00:00 wib | Internasional

Tepat Saat Pelantikan Presiden Baru
Chili Diguncang Tiga Gempa Berkekuatan Besar image

Santiago, CyberNews. Tiga gempa bumi kuat mengguncang Chili pada Kamis (11/3) pagi, disaat diadakannya pelantikan presiden baru.Menurut US Geological…

11 Maret 2010 | 23:29 wib | Daerah

Jelang Subuh, Jenazah Dulmatin Tiba di Pemalang

Pemalang, CyberNews. Jenazah Dulmatin yang berangkat dari RS Polri R Soekanto malam ini, diperkirakan tiba di tanah kelahirannya, Jumat (12/3) sekitar…


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.