panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Januari 2010 | 16:59 wib
Gus Dur Pahlawan Tanpa Diberi Gelar

Jakarta, CyberNews. Gelar Pahlawan yang diusulkan untuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hanya formalitas. Sebetulnya Gus Dur telah menjadi pahlawan tanpa harus mendapatkan gelar formal dari pemerintah melalui proses politik.

Mantan juru bicara kepresidenan Gus Dur Wimar Witoelar menyatakan, Gus Dur adalah pahlawan dunia yang tidak perlu ada pengangkatan. "Saya rasa gelar formalnya itu proses politik. Kalau ada kelompok yang semangat punya pahlawan sendiri silakan," katanya usai diskusi 'Mengenang Gus Dur' di, Jakarta, Jumat (8/1).

Lebih lanjut bahkan ia mengatakan Gus Dur tak pernah menginginkan gelar itu. "Gus Dur tidak akan meminta gelar pahlawan," ujarnya.

Menurut Wimar, masyarakat telah menyadari bahwa Gus Dur sebagai seorang tokoh besar pernah disia-siakan dengan diturunkan dari kursi kepresidenannya.

Dari sikap kepemimpinannya selama ini baik sebelum maupun sesudah menjadi Presiden RI ke-4, menurut Wimar Gus Dur sudah jelas sebagai seorang tokoh yang tidak membutuhkan gelar pahlawan nasional. "Beliau adalah orang yang tulus ikhlas dan tidak sibuk dengan urusan gelar termasuk gelar pahlawan, ungkapnya.

Gelar pahlawan sudah diusulkan sejumlah elemen masyarakat termasuk Pemda Jawa Timur, Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI dan lain-lain. Kemungkinan gelar itu akan diberikan pada mantan Ketua Umum PBNU dan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB itu pada hari Pahlawan 10 November 2010.

Menurut Wimar, tidak ada satu pun pandangan negatif tentang Gus Dur. Itu sudah merupakan satu pembuktian penting bagi pengabdian dan perjuangan seorang Gus Dur untuk negeri ini. Karena itu, pemberian gelar pahlawan lebih cenderung kepada proses politik yang tidak terlalu substantif. Meski demikian katanya, usulan gelar pahlawan itu tidaklah terelakkan mengingat jasa-jasa Gus Dur yang begitu besar bagi rakyat dan bangsa Indonesia ini.

Meski sesungguhnya lanjut Wimar, bagi Gus Dur sudah cukup bahwa masyarakat menyadari betapa dulu Gus Dur salah dimengerti oleh sebagian kalangan. "Memang tidak semua pihak dapat mengerti kearifan Gus Dur. Untuk itu, kalau ada kelompok politik lain yang tampak lebih bersemangat ingin mempahlawankan tokohnya sendiri, ya silakan," ujar Wimar.

Yang pasti kata Wimar, sesungguhnya Gus Dur tidak banyak bicara politik bila bertemu dengan dirinya, melainkan bicara yang konkret soal demokrasi, kebangsaan, kemanusiaan, pluralisme dan prinsip-prinsip keagamaan. "Dia tahu jika saya tidak suka soal politik kecil-kecilan," kata Wimar.

Menyinggung apakah Gus Dur perlu direhabilitasi terkait dugaan terlibat kasus Buloggate-Bruneigate dan Dekrit pembubaran DPR yang kemudian Gus Dur dijatuhkan oleh MPR? Yang jelas, Gus Dur tidak terbukti dengan kasus itu dan tidak pula DPR dibubarkan. "Jadi, bagi saya Gus Dur tidak perlu direhabilitasi karena namanya sudah bersih. Orang-orang yang dulu mendongkel Gus Dur itulah justru yang namanya perlu dibersihkan," tutur Wimar mengenang pemakzulan terhadap Gus Dur oleh MPR RI.

( A Adib / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 2796
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 2970
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 2797
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 3767
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 2756
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
FOOTER