panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Januari 2010 | 17:39 wib
Penonton "Suster Keramas" Wajib Tunjukan KTP

Jakarta, Cybernews. Film "Suster Keramas" terus mengundang pro dan kontra. Untuk menyeleksi penonton yang berhak melihat film dewasa tersebut maka dilakukan pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP). Penonton harus bisa menunjukkan KTP untuk membuktikan bahwa usianya sudah 17 tahun ke atas.

Di bioskop-bioskop jaringan 21 maupun XXI, pihak pengelola maupun produser film itu memberlakukan syarat tersebut sejak "Suster Keramas" diputar tanggal 31 Desember 2009. Di layar monitor ruang lobi bioskop tempat penjualan tiket, ditayangkan pengumuman mengenai syarat ber-KTP bagi penonton. Pengumuman tersebut berbunyi: “Bagi penonton yang ingin menyaksikan "Suster Keramas" diharap memperlihatkan kartu tanda pengenal”.

Menurut Ody Mulya Hidayat, produser dari Maxima Pictures yang memproduksi Suster Keramas, pengetatan itu dilakukan supaya suasana menjadi lebih tenang dan mendudukkan perkara dengan jelas bahwa film yang dibintangi Rin Sakuragi dan Shinta Bachir itu memang dikhususkan sebagai tontonan orang dewasa.

“Ya pesan itu supaya lebih menenangkan suasana saja. Selain itu, kami juga ingin sampaikan bahwa film itu sudah melalui sekian banyak proses sensor dan bukan film porno. Ini film dewasa, jadi yang layak menonton hanya orang yang sudah usia 17 tahun ke atas,” kata Ody, Rabu (6/1), sebelum berangkat ke Palembang untuk bertemu pimpinan MUI Palembang.

Dari pantauan wartawan, di sejumlah bioskop 21 dan XXI di kawasan pusat perbelanjaan di Cilandak, Bintaro, dan Blok M, pesan untuk menunjukkan tanda pengenal berupa KTP itu diputar berulang-ulang di layar monitor usai pemberitahuan informasi jadwal pemutaran film. Di logo film tersebut juga dituliskan dengan jelas tentang kategori film ‘khusus dewasa’.

Sejumlah penonton yang diminta menunjukkan tanda pengenal mengaku tidak keberatan, karena dianggap sebagai bukti bahwa film tersebut memang dikhususkan untuk orang dewasa.

“Tadi saya lihat filmnya seru, tetapi bukan kategori jorok, karena sejumlah adegan sudah dipotong dan disempurnakan. Tentunya sebelum dipotong, adegan itu panjang dan mengarah ke hal-hal begituanlah. Jadi kalau untuk ditonton orang yang berusia di bawah 17 tahun, takutnya imajinasinya jadi kejauhan,” ujar Ferry, usai menonton di Blok Square, Blok M, Jakarta Selatan.

Penonton lain, Hendrik, yang menonton di Bintaro, juga mengaku tidak keberatan diperiksa KTP-nya. “Jika ingin aman dan menjaga nilai moral, layak bila diminta memperlihatkan KTP bagi yang ingin menonton film ini. Karena film ini, biarpun horor dan ada komedinya, tetap film untuk dewasa. Soalnya, ada adegan yang tidak layak disaksikan oleh orang yang belum dewasa. Film ini bagus, tapi bagus untuk yang sudah cukup usia,” tegasnya.

( KCM / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 12:16 wib
Dibaca: 33
25 Mei 2012 | 12:04 wib
Dibaca: 61
25 Mei 2012 | 11:53 wib
Dibaca: 114
25 Mei 2012 | 11:42 wib
Terkait Percepatan Konversi Minyak ke Gas
Dirut PT BPE Tandatangani Nota Kesepahaman Pemanfaatan Gas
Dibaca: 146
25 Mei 2012 | 11:31 wib
Dibaca: 94
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER