panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Januari 2010 | 21:13 wib
Usulan Subsidi Rp 7,1 M untuk BRT Dinilai Berlebihan


Semarang, CyberNews. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota, Ari Purbono menilai usulan subsidi senilai Rp 7,1 miliar bagi 'Bus Rapid Transit' (BRT) berlebihan. Apalagi jika subsidi yang diberikan digunakan untuk menutup kebutuhan operasional. Subsidi yang diberikan, menurut Ari, lebih tepat digunakan untuk mensubsidi pengguna jasa transportasi tersebut.

"Kalaupun untuk biaya operasional termasuk didalamnya biaya pemeliharaan, semestinya tidak sebesar itu. Mengingat bus-bus yang ada relatif masih baru," kata Ari Purbono.

Ari menampik anggapan bahwa pihaknya menolak pemberian subsdi kepada BRT. Namun sebelum subsidi dicairkan, perlu kajian oleh tim independen terkait prospek BRT. Hasil kajian ini diharapkan juga memuat bagaimana pengelolaan yang seharusnya dilakukan dan seberapa besar subsidi yang diberikan.

Terkait pengelolaan BRT, dirinya lebih sepakat ditangani oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Badan ini dijelaskan Ari, merupakan sebuah unit kerja di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa.

"Kami sebenarnya ingin mengetahui, konsep yang jelas mengenai pengeloaan BRT dari Pemkot. Namun hingga saat ini hal itu belum kami dapatkan," imbuh Ari.

Pengajuan subsidi senilai Rp 7,1 miliar sendiri merupakan usulan Dirut PT Trans Semarang (konsorsium operator BRT), Tutuk Kurniawan. Alasannya, tanpa adanya subsidi yang memadai pihaknya meresa berat menanggung beban operasional. Dengan besaran tarif yang dipungut dari penumpang saat ini, dinilai tidak sebanding biaya operasional dan pemeliharaan.

"Tarif BRT itu cuma Rp 3.500, sedangkan normalnya bisa sampai Rp 7.000. Padahal BRT itu punya kelebihan, misalnya pakai AC," kata Tutuk.

( Dian Chandra / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 12:16 wib
Dibaca: 2
25 Mei 2012 | 12:04 wib
Dibaca: 40
25 Mei 2012 | 11:53 wib
Dibaca: 103
25 Mei 2012 | 11:42 wib
Terkait Percepatan Konversi Minyak ke Gas
Dirut PT BPE Tandatangani Nota Kesepahaman Pemanfaatan Gas
Dibaca: 146
25 Mei 2012 | 11:31 wib
Dibaca: 94
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER