
Jombang, CyberNews. Banyak kalangan mengusulkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pahlawan nasional. Padahal, masalah ini menjadi wewenang dan keputusan pemerintah. KH Solahuddin Wahid (Gus Solah), salah satu adik Gus Dur kepada wartawan di Pondok Tebuireng Jombang, Jumat (2/1) menyatakan, pihaknya setuju-setuju saja jika kakaknya itu diusulkan sebagai pahlawan.
Gus Solah menyatakan bahwa mesti ada kajian dan data pendukung untuk menentukan dan memutuskan bahwa Gus Dur layak ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Hal itu menjadi kewenangan pihak lain dan pemerintah untuk memberikan penilaian secara obyektif. Menurutnya, kalau usulan dan penilaian kelayakan Gus Dur sebagai pahlawan nasional diserahkan kepadanya, bisa saja hal itu mengundang kontroversi. Sebab, usulan dan penilaian itu bisa dinilai subyektif, mengingat Gus Dur adalah kakaknya sendiri.
Jika benar nantinya pemerintah memutuskan bahwa Gus Dur menjadi pahlawan nasional, maka fakta itu menjadi sejarah besar keluarga besar Bani Hasyim terkait perjuangan dan pergerakan nasional pra dan pascakemerdekaan. Sebab, sejak beberapa tahun lalu, pemerintah telah menetapkan KH Hasyim Asy'ari sebagai pahlawan nasional.
Demikian pula bapak Gus Dur, KH A Wahid Hasyim juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional. KH Hasyim Asy'ari ketokohan dan perjuangannya diakui banyak kalangan. Dia mendirikan ormas Islam NU di Surabaya pada bulan Januari 1926, mengepalai Badan Urusan Agama di zaman pendudukan Jepang, mengeluarkan Fatwa Jihad pada pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, dan banya jasa lainnya.
( Ainur Rohim / CN14 )