panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Januari 2010 | 20:19 wib
Labuhan Keluarga Besar Hondodento Meriah
image

Bantul, CyberNews. Ribuan orang saksikan labuhan di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/1). Labuhan yang diselenggarakan Yayasan Hondodento bekerja sama dengan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Kampungku Dusun Krebet, Desa Sedangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, berlangsung meriah. Ritual yang digelar setahun sekali tiap tanggal 15 Suro dan diikuti seluruh keluarga besar Hondodento tesebut, mendapat perhatian ribuan masyarakat dan puluhan wisatawan asing yang kebetulan sedang berkunjung ke pantai tersebut.

Upacara labuhan yang dipimpin juru kunci Parangkusumo Suraksotarwono. Sedangkan untuk doa keselamatan dipimpin secara bergantian oleh sesepuh Yayasan Hondodento. Doa itu dilakukan sebelum sesaji dilabuh ke tengah lautan. "Prosesi labuhan ini sudah kami awali pada hari jumat (1/1) mulai pukul 18.00 dengan acara inti memanjatkan doa kesalamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa di Gowongan Kidul, Yogyakarta," kata Sunarto Ketua Yayasan Hondodento Pusat di sela-sela labuhan.

Sunarto mengatakan, upacara labuhan setiap tanggal 15 Sura tersebut merupakan rangkaian upacara ziarah 1 Sura di petilasan Sang Prabu Sri Adji Djojoboyo di Desa Menang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Selain itu, bangsa Indonesia masih diwarnai permasalahan dan krisis yang cenderung membuat rakyat menjadi menderita. Menurut dia, sampai saat ini rakyat sepenuhnya belum bisa memperoleh kemerdekaan secara penuh, karena banyak rakyat miskin menderita.

Labuhan dimulai pukul 08.30 WIB yang diawali dengan iring-iringan bergodo yang membawa songsong dan ampilan labuhan. Dari Pendopo Pantai Parangtritis menyusuri pantai dan berakhir di Pantai Parangkusumo. Peserta labuhan seluruhnya mengenakan pakaian tradisional Jawa. Untuk pria mengenakan kain, surjan, dan blangkon. Sedangkan untuk wanita mengenakan kain dan kebaya lengkap dengan konde, dan satu lagi pakaian yang mereka kenakan tersebut bukan berwarna hijau.

Sebelum acara puncak dimulai, mereka duduk bersila di atas pasir menghadap pantai. Pelaksanaan prosesi sendiri dimulai pukul 09.30 WIB, satu jam kemudian atau tepatnya pukul 10.30 WIB dilanjutkan upacara caos rerakiting (melabuh).

( Sugiarto / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



    Panel menu
    Berita Terbaru
    25 Mei 2012 | 12:04 wib
    Dibaca: 9
    25 Mei 2012 | 11:53 wib
    Dibaca: 56
    25 Mei 2012 | 11:42 wib
    Terkait Percepatan Konversi Minyak ke Gas
    Dirut PT BPE Tandatangani Nota Kesepahaman Pemanfaatan Gas
    Dibaca: 131
    25 Mei 2012 | 11:31 wib
    Dibaca: 89
    25 Mei 2012 | 11:20 wib
    Dibaca: 131
    Panel menu tepopuler dan terkomentar
    Berita Terpopuler
    FOOTER